MEDAN – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Utara (Sumut) M Aswin Diapati Lubis didampingi Anggota Bawaslu Sumut Suhadi S Situmorang dan Kabag Pencegahan Batara Tampubolon menerima kunjungan Civitas Akademikia Universitas Medan Area (UMA) Medan di Kantor Bawaslu Sumut, Jl H Adam Malik, Senin (20/05/2024).
Ketua Bawaslu Sumut M Aswin Diapari Lubis sangat mengapresiasi kedatangan lembaga pendidikan seperti UMA, sehingga rencana-rencana pengawasan yang dilakukan Bawaslu semakin terarah.
“Bawaslu memiliki banyak program, yang melibatkan berbagai stakeholder. Bawaslu sadar bahwa ketika menjalani fungsi-fungsi pengawasan Bawaslu tidak bisa berdiri sendiri. Kami bersinergi dan bermitra dengan berbagai stakeholder yang ada. Sadar pula bahwa Bawaslu ini lahir dari rahim reformasi, masyarakat, termasuk masyarakat pendidikan. Karena reformasi juga lahir dari pendidikan,” ujar Aswin.
Senada, Suhadi juga menerangkan bahwa salah satu program unggulan Bawaslu adalah pengawasan partisipatif, yaitu melibatkan sebanyak-banyaknya kelompok masyarakat.
“Untuk ikut bersama-sama melaksanakan tugas sebagai pengawas pemilu, penyelenggara pemilu, tugas pemberi edukasi politik. Dalam setiap tahapan pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah diharapkan masyarakat hadir memberikan kontribusi. Karena jika masyarakat tidak hadir berarti penyelenggara pemilu gagal mensosialisasikan arti pentingnya masrakat ditengahtengah tugas bawaslu,” kata Suhadi.
Sementara itu, pihak UMA yang diwakili Kaprodi MAP Dr Beby Masitho Batubara SSos MAP menjelaskan, tujuan kedatangan pihaknya untuk menjalin kerjasama dalam pengawasan partisipasi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan penelitian.
Dr Beby Masitho Batubara juga menambahkan, silahturahmi tersebut adalah juga bagian dari program pendidikan pengawasan partisipatif yang sangat penting keterlibatan akademisi.
“Untuk mendukung keberhasilan pilkada Tahun 2024 seperti keterlibatan peran perempuan untuk mengawasi, penjajakn MoU serta mengimplementasikan ke depan, supaya kami juga bisa mendukung pemerintah untuk bisa menjalankan pemilu, pilkada 2024 yang demokratis,” tutupnya. (Red)





















