METRO,SAMOSIR | Hempitan ekonomi membuat seorang pelajar di Samosir nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Tindakan yang dilakukan korban karena tidak ingin membenani orangtuanya yang tidak bisa memenuhi kebutuhan sekolahnya.
Seorang pelajar laki-laki berusia 16 tahun asal Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Senin (30/3/2026) sekitar pukul 05.30 WIB, dengan kondisi tergantung di kamar mandi.
Peristiwa ini mengejutkan warga sekitar dan langsung dilaporkan kepada aparat setempat untuk penanganan lebih lanjut.
Kapolsek Simanindo, Iptu Ramadan Siregar membenarkan atas penemuan korban yang meninggal tergantung di kamar mandi rumahnya.
Menurutnya, korban sebelumnya beberapa kali meminta kebutuhan sekolah kepada orang tuanya, namun belum dapat dipenuhi karena keterbatasan ekonomi.
“Dugaan sementara karena faktor ekonomi. Korban diduga mengalami stres dan kekecewaan,” ujar Kapolsek.
Korban pertama kali ditemukan oleh ayahnya, T Sidabutar saat mencari keberadaan anaknya di pagi hari. Biasanya, korban sudah berada di kamar mandi pada waktu tersebut.
Saat dicek, sang ayah mendapati anaknya sudah dalam kondisi tergantung. Ia kemudian berteriak meminta pertolongan dan berusaha menurunkan korban. Istri dan anak lainnya yang mendengar teriakan tersebut langsung terbangun dan histeris.
Kepala desa setempat mengungkapkan bahwa keluarga korban memang kerap mengalami konflik. Sejak orang tua korban mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), kondisi rumah tangga disebut sering diwarnai pertengkaran.(*)
















