METRO,LANGKAT | Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp : 14 triliun untuk Program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Dana tersebut digunakan untuk merehabilitasi ruang kelas yang rusak, membangun prasarana, hingga pengadaan sarana. Selasa (26/5/2026)
Dari kucuran anggaran 14 triliun dari anggaran APBN tersebut sekolah SMP N3 -1 atap Halaban Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat memperoleh pengrehapan dua gedung sekolah bantuan Revitalisasi dengan anggaran sebesar Rp: 534,000,000 (Lima ratus tiga puluh empat juta rupiah )
Saat ini gedung sekolah dalam pengerjaan proyek pembangunan atau pengrehapan yang di kerjakan oleh pihak sekolah.
Dengan nama kegiatan bantuan pemerintah program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026 pekerjaan revitalisasi satuan pendidikan SMP Negeri 3 – 1 atap yang akan di kerjakan rehabilitasi ruang perpustakaan dengan tingkat kerusakan minimal sedang beserta perabotnya, rehabilitasi toilet dengan tingkat kerusakan minimal sedang beserta sanitasinya
Jumlah dana bersumber dari dana APBN tahun 2026 Pelaksanaan Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dalam waktu pelaksanaan 120 hari Kelender
Dari hasil investigasi awak media ini beberapa hari yang lalu, di lokasi pengerjaan gedung sekolah tersebut ada terlihat keganjalan terhadap pengerjaan proyek Revitalisasi di sekolah itu ,seperti terdapat beberapa kusen pintu dan kusen jendela gedung sekolah yang sudah usang atau sudah lapuk,sepertinya pihak sekolah tidak akan melakukan menggantikan .
Kemudian dari penggantian terhadap belasan daun pintu jendela sekolah, yang mana pihak sekolah mengantikan dengan kayu yang mudah di makan usia atau mudah di makan oleh bubuk kayu.ketika itu awak media ini melihat belasan daun pintu yang terletak di depan sekolah yang akan di pasang oleh pihak pengerjaan sekolah.
Ironisnya lagi.Bangunan gedung sekolah tersebut di bangun karena terdampak banjir bencana alam pada tanggal 26 Nop 2025 lalu.
Selanjutnya ,pengerjaan Revitalisasi gedung sekolah sepertinya pihak sekolah tidak menaikan ketinggian gedung ,namun hanya berupa mengrehap pengantian seng/atap yang terbuat dari seng sejenis GRC dan penggantian warna cat beton gedung sekolah.
Baja besi ringgan rabung sekolah tetap memakai baja ringan rabung milik sekolah yang lama terpasang ,
Dari hasil investigasi awak media ini di lokasi, pihak sekolah /kepala sekolah tidak dapat di wawancara oleh awak media karena berulang kali para wartawan yang datang ke sekolah itu ,tidak dapat menemukannya.
Sempat juga awak media ini melakukan wawancara terhadap salah seorang yang di ketahui ikut andil dalam pengerjaan di gedung itu sebut saja berinisial SG saat di konfirmasi awak media ini hal
mengenai bangunan Revitalisasi di sekolah SMP N3 -1 atap Halaban Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat Jalan Medan -Banda Aceh Km 112,5 Halaban melalui pesan singkat WhatsApp ,Haruskah daun pintu yang akan di pasang harus mengunakan kayu yang mudah di makan bubuk?….
SG menjelaskan kepada awak media ini ” Itu yang ku tempah Meranti bg… Kalau masalah makan bubuk bg ,semua kayu di makan bubuk…kecuali alumunium lah bang..” cetusnya dengan enteng kepada awak media ini
Kemudian awak media ini kembali melakukan konfirmasi mengenai gedung yang di kerjakan oleh pihak sekolah. Mengapa ketinggian gedung tidak di lakukan peninggian lantai dasar?..Sementara dasar lante gedung sekolah sudah setara dengan dasar jalan ? Atau tinggi lantai sekolah sama tingginya dengan badan jalan yang ada di depan gedung sekolah.. Namun dalam konfirmasi awak media ini dan sampai saat ini SG tidak dapat memberi penjelasan atau keterangan kepada awak media (tim)















