• Home
  • Indeks
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, 28 Agustus 2026
  • Login
HarianMetro.id
  • Home
  • Headline
  • News
  • Dunia
  • Nasional
  • Sumut
  • Medan
  • Metro
  • Bisnis
  • Edukasi
  • Hukum
  • Iklan Baris
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Dprd medan
  • Wakil Rakyat
  • Ragam
  • Sosial
  • Teknologi
  • TNI/Polri
  • Video
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Home
  • Headline
  • News
  • Dunia
  • Nasional
  • Sumut
  • Medan
  • Metro
  • Bisnis
  • Edukasi
  • Hukum
  • Iklan Baris
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Dprd medan
  • Wakil Rakyat
  • Ragam
  • Sosial
  • Teknologi
  • TNI/Polri
  • Video
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
Harian Metro
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Home
  • Headline
  • News
  • Dunia
  • Nasional
  • Sumut
  • Medan
  • Metro
  • Bisnis
  • Edukasi
  • Hukum
  • Iklan Baris
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Dprd medan
  • Wakil Rakyat
  • Ragam
  • Sosial
  • Teknologi
  • TNI/Polri
  • Video

Drama Piala Dunia 2026: Timnas Iran Jadi “Tim Paling Tertindas”, Dipaksa Bolak-Balik 27 Menit ke Meksiko!

redaksi2
21 Juni 2026
/ Headline, Politik
Timnas Iran dalam pengawalan balik ke Meksiko usai bertanding di Piala Dunia 2026. (Reuters)

Timnas Iran dalam pengawalan balik ke Meksiko usai bertanding di Piala Dunia 2026. (Reuters)

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WA

LOS ANGELES, SOFI STADIUM – sorak sorai 70.108 penonton menggema di stadion megah berkapasitas 100.000 kursi itu. Namun di balik gemerlap Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, tersimpan drama kelam yang menimpa Timnas Iran.

Bukan sekadar tentang strategi di atas lapangan, tetapi perjalanan hidup mati yang harus mereka tempuh hanya untuk bisa bertanding.

BACA JUGA

Di Balik Sosperda Adminduk, Zulkarnaen Mendengar Cerita Warga Medan yang Kehilangan Dokumen dan Akses Bantuan

Edwin Sugesti Nasution Dorong Percepatan Perda PBG Guna Penyederhanaan Layanan Cepat dan Murah

Bayangkan ini Anda adalah seorang atlet profesional di ajang paling prestisius dunia. Namun, alih-alih beristirahat nyaman di hotel bintang lima setelah bertanding selama 90 menit lebih.

Anda malah harus bergegas ke bandara, terbang selama 27 menit ke kota lain di negara tetangga, dan itu semua terjadi di tengah malam. Inilah realitas pahit yang dialami skuad Garuda Persia di Piala Dunia 2026.

Pemerintah AS, di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, dengan tegas menolak melonggarkan pembatasan perjalanan super ketat terhadap tim sepak bola Iran selama turnamen berlangsung di Los Angeles dan Seattle.

Kebijakan ini memaksa Iran hanya diizinkan menginjakkan kaki di AS sehari sebelum pertandingan (H-1) dan harus langsung meninggalkan negara tersebut pada hari yang sama usai laga usai.

Baca Juga : Iran Dipaksa Langsung Tinggalkan AS usai Tanding Lawan Selandia Baru, Pelatih: Kami Tim Paling Tertindas!

Ironi semakin terasa ketika dua hari setelah Washington dan Teheran menandatangani kesepakatan kerangka kerja perdamaian yang bertujuan mengakhiri perang mereka, pembatasan perjalanan terhadap tim nasional Iran tetap tidak berubah.

Kesepakatan 14 poin yang ditandatangani Donald Trump di Versailles dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di Teheran itu sama sekali tidak menyebutkan tentang keringanan bagi warga Iran, termasuk para pesepak bola, untuk bergerak melalui imigrasi AS. Sepak bola ternyata tidak tercakup dalam kesepakatan damai.

Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) pun angkat bicara. Mereka melayangkan surat keluhan resmi kepada FIFA, menuding pembatasan ini “tidak konsisten dengan prinsip penyediaan kondisi yang setara bagi semua tim yang berpartisipasi”. Sebuah tuntutan yang sepertinya akan menggema di lorong-lorong kekuasaan FIFA di Zurich.

Cerita ini berawal dari keputusan darurat Iran memindahkan base camp mereka dari Tucson, Arizona, ke Tijuana, Meksiko.

Langkah ini diambil setelah sekitar 15 pejabat dan staf pendukung tim, termasuk Presiden Federasi Sepak Bola Iran Mehdi Taj, ditolak visa masuk AS. Alasan AS? Adanya “informasi yang merugikan” (derogatory information) pada mereka dan larangan bagi siapa pun yang memiliki hubungan langsung dengan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC).

Hasilnya, timnas Iran yang seharusnya bisa beristirahat dan memulihkan kondisi di hotel California, harus rela bolak-balik Tijuana-Los Angeles dalam waktu 24 jam.

Mereka terbang ke AS sehari sebelum laga dan langsung kembali ke Meksiko usai pertandingan usai.

Pelatih Oran Amir Ghalenoei dengan lantang menyatakan bahwa timnya adalah “tim yang paling tertindas di seluruh Piala Dunia”. “Presiden kami tidak ada di sini, media kami tidak ada di sini, banyak tim manajemen kami tidak ada di sini,” keluhnya.

Kapten tim, Mehdi Taremi, bahkan menggambarkan situasi ini sebagai “bencana”. Kegembiraan yang seharusnya dirasakan saat tampil di Piala Dunia telah “dirusak” oleh ketegangan politik yang menyelimuti partisipasi mereka.

Di sisi lain, Andrew Giuliani, Direktur Eksekutif Gugus Tugas Gedung Putih untuk turnamen Piala Dunia, dengan tegas membela kebijakan tersebut.

“Sejak awal, kami menyatakan dengan jelas bahwa prosedur ini akan berlaku,” ujarnya. Giuliani berdalih bahwa pemindahan base camp ke Tijuana justru menguntungkan Iran karena mempersingkat waktu perjalanan mereka ke Los Angeles.

“Penerbangan mereka satu jam lebih pendek daripada jika dari Tucson. Dan kami senang dengan jalannya pertandingan pertama di Los Angeles,” katanya. Ia juga menekankan bahwa semua pemain dan pelatih telah menerima visa, dan tujuan utama kebijakan ini adalah melindungi kepentingan AS serta pengunjung internasional.

Namun, ada secercah harapan. Giuliani menyebut situasi ini “dinamis” dan membuka pintu untuk “diskusi” mengenai pengaturan perjalanan untuk pertandingan ketiga Iran melawan Mesir di Seattle.

Mengingat penerbangan ke Seattle bisa memakan waktu hingga tiga jam, berbeda dengan 27 menit ke Los Angeles, perubahan mungkin akan terjadi. Presiden Trump sendiri disebut ingin menciptakan “keseimbangan kompetitif” di Piala Dunia.

Di tengah semua drama ini, Iran tetap menunjukkan perlawanan di atas lapangan. Mereka berhasil menahan imbang Selandia Baru 2-2 dalam pertandingan pembuka Grup G di hadapan 70.108 penonton, dengan Mohammad Mohebbi mencetak gol penyeimbang yang spektakuler.

Kini, semua mata tertuju pada laga melawan Belgia di SoFi Stadium, Senin (22/6) pukul 02.00 WIB.

Satu hal yang pasti: Piala Dunia 2026 bukan hanya tentang siapa juara dunia. Ini juga tentang bagaimana politik, keamanan, dan kemanusiaan beradu di panggung terbesar sepak bola.

Dan Timnas Iran, dengan segala keterbatasannya, telah menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan, membuktikan bahwa semangat juang tidak bisa dibatasi oleh tembok atau kebijakan imigrasi. (red)

Tags: #ASvsIran#FIFA#IranDiPialaDunia#KontroversiWorldCup#PialaDunia2026#SepakBolaDunia#TimnasIran#TimTertindas#Trump#WorldCup2026
SendShare322Tweet201Send

BeritaTerkait

Di Balik Sosperda Adminduk, Zulkarnaen Mendengar Cerita Warga Medan yang Kehilangan Dokumen dan Akses Bantuan

Di Balik Sosperda Adminduk, Zulkarnaen Mendengar Cerita Warga Medan yang Kehilangan Dokumen dan Akses Bantuan

15 Agustus 2026
1.2k
Anggota Komisi IV DPRD Medan Edwin Sugesti Nasution

Edwin Sugesti Nasution Dorong Percepatan Perda PBG Guna Penyederhanaan Layanan Cepat dan Murah

3 Agustus 2026
1.1k
Anggota DPRD Medan dr Faisal Arbie M Biomed

dr Faisal Arbie: Kita Tagih Janji Rico Waas Terkait Tindaklanjuti Aspirasi Warga Lewat WA Anggota DPRD Medan

3 Agustus 2026
1.1k
Ujug-Ujug NasDem Sumut Tuduh Bobby Arogan, Pengamat USU Curiga Bisnis Reklame

Ujug-Ujug NasDem Sumut Tuduh Bobby Arogan, Pengamat USU Curiga Bisnis Reklame

30 Juli 2026
1.2k
Bobby Nasution Walkout di Paripurna DPRD, Ade Jona: Waktu Kepala Daerah Tak Boleh Terbuang Sia-sia

Bobby Nasution Walkout di Paripurna DPRD, Ade Jona: Waktu Kepala Daerah Tak Boleh Terbuang Sia-sia

29 Juli 2026
1.2k
GP Al Washliyah Sorot Ricky Antony Usai Kritik Gubernur: Jangan Lebay dan Cari Panggung Politik

GP Al Washliyah Sorot Ricky Antony Usai Kritik Gubernur: Jangan Lebay dan Cari Panggung Politik

27 Juli 2026
1.1k
Polres Simalungun Evakuasi Mobil Masuk Jurang  

Cegah Penyebaran TB Lewat Tracing Jemput Bola

21 Juli 2026
1.2k

Komisi IV DPRD Medan Sayangkan Dishub Tak Hadir RDP, Minta Inspektorat Bertindak  

21 Juli 2026
1.1k

dr Faisal Arbie Dukung Program Perlinsos, Petugas Proaktif Data Seluruh Warga

21 Juli 2026
1.1k
Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Hadi Suhendra

Pimpinan DPRD Medan Dukung Penyusunan RUU Pidana LGBT

21 Juli 2026
1.2k
Selanjutnya

Wali Kota Paparkan Rencana Medan Menuju Kota Metropolitan Ramah Lingkungan

Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.

TERKINI

NU Kultural Sediakan Lahan Untuk Bangun Sekolah Rakyat di Desa Secanggang
Metro

NU Kultural Sediakan Lahan Untuk Bangun Sekolah Rakyat di Desa Secanggang

28 Agustus 2026
1.1k

Baca
Warga Resah, Gelanggang Sabung Ayam Beroperasi di Dusun Bendo Asahan

Warga Resah, Gelanggang Sabung Ayam Beroperasi di Dusun Bendo Asahan

27 Agustus 2026
1.2k
Polisi Respons Cepat, Pelaku Penganiayaan Dengan Parang Diamankan di Tigabinanga

Polisi Respons Cepat, Pelaku Penganiayaan Dengan Parang Diamankan di Tigabinanga

27 Agustus 2026
1.2k
Plt. Bupati Tiorita Dukung UMKM Langkat Naik Kelas Lewat Sertifikasi Halal

Plt. Bupati Tiorita Dukung UMKM Langkat Naik Kelas Lewat Sertifikasi Halal

27 Agustus 2026
1.1k
Plt. Bupati Tiorita Apresiasi MTQ Yayasan Haji Anif, Dorong Generasi Muda Cinta Al-Qur’an

Plt. Bupati Tiorita Apresiasi MTQ Yayasan Haji Anif, Dorong Generasi Muda Cinta Al-Qur’an

27 Agustus 2026
1.2k
Satlantas Polres Karo Tindak 34 Pelanggaran dan Layani Pembayaran Pajak di Tempat

Satlantas Polres Karo Tindak 34 Pelanggaran dan Layani Pembayaran Pajak di Tempat

26 Agustus 2026
1.2k
Ketua TP PKK Kab. Karo Lantik TP Posyandu Kecamatan Se-Kabupaten Karo

Ketua TP PKK Kab. Karo Lantik TP Posyandu Kecamatan Se-Kabupaten Karo

26 Agustus 2026
1.2k
Foto: Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto (tengah) secara simbolis melakukan penekanan tombol dalam Launching & Groundbreaking Program PLTS 100 GWp di Gilimanuk, Bali pada Selasa (25/8). Keterangan foto: Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (kelima dari kanan), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (kelima dari kiri), Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani (keempat dari kiri), Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Listyo Sigit Prabowo (ketiga dari kiri), Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kedua dari kiri), Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri (kiri), Gubernur Bali, I Wayan Koster (keempat dari kanan), Ketua Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet (ketiga dari kanan), Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi (kedua dari kanan), dan Wakil Panglima TNI, Tandyo Budi Revita (kanan). (Relis)

Prabowo Luncurkan PLTS 100 GWp, Investasi Rp1.140 Triliun dan Potensi 5,5 Juta Lapangan Kerja

26 Agustus 2026
1.1k
Jembatan Sei Musan Batang Serangan Rusak Parah

Jembatan Sei Musan Batang Serangan Rusak Parah

25 Agustus 2026
1.2k
Polres Langkat Tangkap 7 Pelaku Pencurian Disertai Kekerasan di 4 Lokasi

Polres Langkat Tangkap 7 Pelaku Pencurian Disertai Kekerasan di 4 Lokasi

25 Agustus 2026
1.1k
HarianMetro.id

© 2000 harianMETRO.ID - Tak Ada Yang Terlewatkan!.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Tentang kami
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
  • Disclaimer
  • Dprd medan
  • Teknologi
  • Video
  • Wakil Rakyat

Follow Us

Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Home
  • Headline
  • News
  • Dunia
  • Nasional
  • Sumut
  • Medan
  • Metro
  • Bisnis
  • Edukasi
  • Hukum
  • Iklan Baris
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Dprd medan
  • Wakil Rakyat
  • Ragam
  • Sosial
  • Teknologi
  • TNI/Polri
  • Video

© 2000 harianMETRO.ID - Tak Ada Yang Terlewatkan!.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

.