METRO,LANGKAT | Bebasnya peredaran narkoba di Kecamatan Salapian, Kab. Langkat kembali mengundang sorotan tajam publik. Warga menyebut, hingga kini barak sabu dan perjudian di wilayah tersebut masih beroperasi dan terkesan sangat aman, bahkan bagi para pengguna yang datang untuk mengonsumsi barang haram itu.
Rahman (40) warga Kecamatan Salapian mengungkapkan bahwa transaksi narkoba di lokasi tersebut berlangsung seolah tanpa hambatan. Untuk mengaburkan praktik ilegal, para pelaku disebut menggunakan istilah sandi.
“Di sana seperti beli kacang goreng bang. Biasanya mereka nyebutnya ‘beli beras’, supaya orang nggak curiga itu sabu,” ujar warga tersebut dengan nada serius.
Keterangan warga itu semakin menguatkan dugaan bahwa aktivitas barak sabu dan perjudian tidak dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Bahkan, menurutnya, akses menuju lokasi barak telah dilengkapi sistem penjagaan yang rapi.
“Setiap simpang jalan menuju ke sana ada yang berjaga. Kalau ada orang datang dan dianggap mencurigakan, langsung dikabari ke dalam. Yang di lokasi langsung siap,” tambahnya.
Pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat, mengingat pola penjagaan semacam itu dinilai sulit terjadi tanpa berlangsung cukup lama. Warga menilai kondisi ini memperlihatkan betapa nyamannya aktivitas ilegal tersebut berjalan tidak jauh dari permukiman.
Di sisi lain, upaya konfirmasi awak media kepada Kasat Reserse Narkoba Polres Langkat, AKP Rudy Saputra, S.H., M.H., hingga kini tidak mendapatkan balasan.
Sementara itu, pada Selasa (30/12/2025), di tempat terpisah, Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si., saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, menyampaikan tanggapan singkat.
“Terimakasih atas info yg diberikan. Mari berikan ruang dan waktu bagi penyelidik untuk bekerja. Penyelidikan adalah serangkaian kegiatan yg kompleks serta memerlukan proses, proses tsb tdk sederhana dan tdk semudah membalikkan telapak tangan.
Mohon doa restu dan dukungan selalu dari seluruh elemen masyarakat.
Salam sehat dan salam sukses selalu.”
Pernyataan tersebut menjadi respons resmi kepolisian di tengah sorotan publik yang kian menguat. Namun, di lapangan, warga mengaku masih menyaksikan aktivitas barak sabu yang disebut berjalan seperti biasa.
Kini, perhatian masyarakat tertuju pada kelanjutan proses penyelidikan yang dijanjikan. Publik berharap, penanganan tidak berhenti pada imbauan kesabaran semata, melainkan berujung pada tindakan nyata demi memulihkan rasa aman warga Salapian. (Done)















