METRO,DELITUA | Sungguh tragis hidup Lisna Wati(33)warga delitua barat lingkungan I gang Amri kelurahan delitua kecamatan delitua ini,korban di temukan tewas terbujur kaku di kamar kontrakannya, Jumat (20/10-2023) pukul 16. 00 sore.
Pertama kali yang menemukan jasad korban ibu kandungnya Marianti (54)pada saat itu ingin bertemu dengan korban,sempat juga ibu korban menanyakan di mana keberadaan korban tetapi satu orangpun yang tau sudah beberapa hari tidak kelihatan
Data di himpun,tidak sampai di situ saja ibu korban tetap mencari terus sampai ke belakang rumah kontrakan korban. Begitu sampai di belakang rumah korban ibunya langsung mendorong pintu belakang ternyata tidak di kunci.
Begitu masuk sambil memanggil anak nama pertamanya dari empat bersaudara itu tetap tidak ada sahutan,begitu menggeser tirai kamar korban alangkah terkejutnya ibu korban menemukan anaknya terlentang kaku di kamar duga korban sudah meninggal dua hari.
Sontak ibu korban histeris menjerit sejadinya yang mengundang perhatian warga sekitar dan langsung berhamburan datang mengarah ke suara tersebut.
Kemudian Kepling lingkungan I menghubungi Polsek delitua tak berselang lamanya personil Polsek delitua tiba di TKP bersama team INAFIS Polrestabes Medan dan langsung memboyong jasad korban ke rumah sakit Bhayangkara Medan.
Di tempat kejadian perkara(TKP) di rumah kontrakan korban ibu korban bersama keluarga memeriksa semua barang berharga seperti emas,dompet dan yang lain begitu mencari hape korban Mrek Opo warna biru Dongker tetap tidak di temukan
“Kami curiga anak saya di bunuh bang,sebab Hapenya tidak di temukan padahal anak saya di sini tinggal satu minggu,dia pindah kemari agar kami tinggal sama,”ucap ibu korban ke awak media
,”Padahal anak saya sangat pendiam bang,ramah, tapi kok bisa seperti ini,setau kami anak kami tak ada musuh kami keluarga berharap ke pihak kepolisian agar mengusut tuntas atas kematian anak saya agar anak tenang di sana,”cetusnya sedih.
Terkait hal itu ketika Kapolsek delitua Kompol Dedy dharma di konfirmasi melalui Kanit Reskrim AKP Irwanta Sembiring melalui telepon WhatsApp membenarkan kejadian itu.
“Benar bang, Kita tunggu hasil dari otopsi, sabar ya bang,”ucapnya singkat.
(Tia)
















