• Home
  • Indeks
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Minggu, 8 November 2026
  • Login
HarianMetro.id
  • Home
  • Headline
  • News
  • Dunia
  • Nasional
  • Sumut
  • Medan
  • Metro
  • Bisnis
  • Edukasi
  • Hukum
  • Iklan Baris
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Dprd medan
  • Wakil Rakyat
  • Ragam
  • Sosial
  • Teknologi
  • TNI/Polri
  • Video
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Home
  • Headline
  • News
  • Dunia
  • Nasional
  • Sumut
  • Medan
  • Metro
  • Bisnis
  • Edukasi
  • Hukum
  • Iklan Baris
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Dprd medan
  • Wakil Rakyat
  • Ragam
  • Sosial
  • Teknologi
  • TNI/Polri
  • Video
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
Harian Metro
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Home
  • Headline
  • News
  • Dunia
  • Nasional
  • Sumut
  • Medan
  • Metro
  • Bisnis
  • Edukasi
  • Hukum
  • Iklan Baris
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Dprd medan
  • Wakil Rakyat
  • Ragam
  • Sosial
  • Teknologi
  • TNI/Polri
  • Video

FSPGI Ultimatum Epson, Ancam Demo hingga Boikot Produk, Abdul Bais: Kapolri Harus Turun Tangan, Copot Kapolda Metro Jaya

redaksi2
3 November 2026
/ Nasional
FSPGI Ultimatum Epson, Ancam Demo hingga Boikot Produk, Abdul Bais: Kapolri Harus Turun Tangan, Copot Kapolda Metro Jaya
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WA

CIKARANG – Konflik hubungan industrial antara buruh dan manajemen PT Indonesia Epson Industry (PT IEI), Bekasi, Jawa Barat, semakin memanas. Federasi Serikat Pekerja Global Indonesia (FSPGI) mengeluarkan empat ultimatum kepada perusahaan dan mengancam akan memperluas aksi perlawanan apabila tuntutan pekerja tidak segera direalisasikan.

Empat langkah yang disiapkan FSPGI meliputi demonstrasi ke Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), penghentian produksi perusahaan, kampanye boikot produk Epson di Indonesia, serta desakan agar dugaan kekerasan seksual di lingkungan perusahaan diusut hingga tuntas.

BACA JUGA

Ketum PP ISARAH Amanahkan Abdul Thaib Siahaan Selenggarakan Muktamar XII Ikatan Sarjana Al Washliyah

‎Soroti Keselamatan Transportasi, ‎PB ALAMP AKSI Desak Menhub Bergerak: Jangan Tunggu Korban Berjatuhan Lagi

Ultimatum tersebut disampaikan Presiden FSPGI sekaligus Ketua Serikat Pekerja Global PT Indonesia Epson Industry, Abdul Bais, saat memimpin aksi ratusan buruh di depan gerbang perusahaan, Kawasan Industri EJIP, Cikarang, Senin (2/11/2026).

Dalam orasinya, Abdul Bais menegaskan bahwa perjuangan pekerja telah memasuki tahap penuntutan pelaksanaan keputusan dan rekomendasi yang menurut FSPGI telah memberikan dasar hukum bagi tuntutan mereka.

Ia menyebut persoalan yang diperjuangkan mencakup dugaan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak, ketidaksesuaian penerapan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), dugaan pemberangusan serikat pekerja atau union busting, hingga laporan dugaan tindak asusila.

“Kenapa kawan-kawan kita bilang sudah ada kemenangan? Karena sudah ada produk hukum. Hari ini kita tidak menyampaikan logika hukum atau pendapat hukum, tetapi menyampaikan bahwa telah ada produk hukum yang memenangkan kita,” tegas Abdul Bais dari atas mobil komando.

Menurutnya, sejumlah persoalan yang dilaporkan serikat pekerja telah mendapatkan tindak lanjut. Ia bahkan mengklaim peluang kemenangan buruh dalam berbagai perkara tersebut mencapai 99 persen dan kini tinggal menunggu realisasi dari pihak perusahaan maupun instansi terkait.

“99 persen pasti menang, tinggal menunggu realisasi. Dalam kasus klarifikasi PHK sepihak kita menang, dalam kasus PKWT kita menang. Apalagi kasus dugaan asusila, kita sudah laporkan. Jangan sampai ada korban berikutnya,” ujarnya.

Abdul Bais juga menyatakan bahwa perjuangan perubahan status hubungan kerja ribuan pekerja kontrak menjadi Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) atau karyawan tetap telah memperoleh hasil yang mereka perjuangkan.

Ia berharap seluruh persoalan dapat diselesaikan pada November 2026 sehingga tidak lagi terjadi perselisihan berkepanjangan antara pekerja dan manajemen.

“Dengan kemenangan kita, saya pastikan November ini semua selesai. Tidak ada perselisihan lagi, tinggal dijalankan,” katanya.

FSPGI Beri Waktu Satu Minggu, Siapkan Empat Langkah Perlawanan

Meski mengklaim telah memperoleh sejumlah hasil dalam perjuangan ketenagakerjaan, FSPGI menegaskan tidak ingin manajemen PT IEI kembali mengulur waktu penyelesaian.

Organisasi buruh tersebut memberikan tenggat waktu satu minggu kepada perusahaan untuk merealisasikan tuntutan pekerja.

Apabila tidak ada penyelesaian, FSPGI bersama Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) menyatakan siap mengambil empat langkah tegas.

Pertama, menggelar demonstrasi ke Mabes Polri untuk mendesak penanganan berbagai laporan yang berkaitan dengan persoalan di PT Indonesia Epson Industry.

Kedua, melakukan aksi penghentian produksi perusahaan sebagai bentuk tekanan terhadap manajemen.

Ketiga, menggalang kampanye boikot produk Epson di Indonesia dengan melibatkan solidaritas masyarakat dan kalangan pekerja.

Keempat, mendesak pengusutan dugaan tindak kekerasan seksual di lingkungan perusahaan serta meminta aparat penegak hukum memproses pihak yang terbukti bertanggung jawab.

Abdul Bais menegaskan bahwa ancaman tersebut merupakan bentuk keseriusan buruh dalam memperjuangkan hak-haknya.

“Semakin ditunda-tunda, kami sebagai pejuang buruh semakin mulia. Tetapi lawan kita semakin hina. Jangan sampai Epson menjadi rusak karena pernyataan manajemen,” tegasnya.

Desak Kapolri Turun Tangan, KBMI Minta Kapolda Metro Jaya Dievaluasi

Dalam aksi tersebut, Presiden Konfederasi Buruh Merdeka Indonesia (KBMI), Daeng Wahidin, turut menyampaikan kritik terhadap penanganan persoalan ketenagakerjaan yang melibatkan PT Indonesia Epson Industry.

Ia meminta Kapolri turun tangan langsung untuk memastikan laporan dugaan pemberangusan serikat pekerja ditangani secara serius dan transparan.

Daeng Wahidin juga mendesak evaluasi terhadap jajaran kepolisian, termasuk meminta Kapolda Metro Jaya dicopot terkait penanganan perkara yang menjadi perhatian kalangan buruh, salah satunya laporan terhadap Munardi.

“Hari ini saya meminta kepada Bapak Kapolri agar benar-benar mengimplementasikan slogannya, polisi bersama masyarakat. Ini sudah jelas tindakan union busting yang dilakukan manajemen Epson dan harus segera ditindak tegas,” ujarnya.

Selain persoalan kebebasan berserikat, Daeng Wahidin menyoroti laporan dugaan kekerasan seksual yang disebut berkaitan dengan lingkungan kerja PT IEI.

Menurutnya, persoalan tersebut harus mendapatkan perhatian serius dari aparat penegak hukum. Ia meminta setiap laporan diperiksa secara profesional dan pihak yang terbukti melakukan tindak pidana diproses sesuai ketentuan hukum.

“Kami mengadakan kampanye internasional. Kami meminta kepada Bapak Kapolri, tangkap pelaku kekerasan seksual! Ini biadab. Ribuan buruh menjadi korban, ini harus dibersihkan,” katanya.

Ia juga menyampaikan kritik keras terhadap aparat kepolisian agar tidak ragu dalam menangani laporan yang melibatkan pihak perusahaan.

“Kapolda jangan takut dengan perusahaan yang melindungi predator kaum hawa,” tegasnya.

Puluhan Ribu Buruh Ancam Geruduk Istana dan Kedubes Jepang

Persoalan PT Indonesia Epson Industry tidak hanya akan dibawa ke tingkat nasional, tetapi juga direncanakan menjadi perhatian internasional.

FSPGI bersama KBPBI menyatakan tengah menyiapkan aksi besar-besaran dengan melibatkan puluhan ribu buruh untuk mendatangi Istana Presiden dan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia pada 6 November 2026.

Aksi tersebut bertujuan menyampaikan langsung tuntutan pekerja kepada Presiden Prabowo Subianto sekaligus meminta perhatian pemerintah Jepang terhadap persoalan hubungan industrial di perusahaan tersebut.

“Kami pastikan akan mendatangi Presiden Prabowo dan Kedubes Jepang tanggal 6 November 2026 bersama puluhan ribu buruh,” tegas Daeng Wahidin.

Meski demikian, pihak serikat pekerja menyatakan agenda demonstrasi tersebut masih dapat ditunda hingga 9 November 2026 apabila Wakil Menteri Ketenagakerjaan bersedia turun langsung ke PT Indonesia Epson Industry untuk memastikan penyelesaian tuntutan buruh.

Kesempatan tersebut disebut sebagai ruang bagi pemerintah dan manajemen perusahaan untuk menyelesaikan persoalan sebelum aksi dengan skala lebih besar kembali digelar.

Kemnaker Terbitkan Nota Pemeriksaan I untuk PT Epson

Sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui tim Pengawas Ketenagakerjaan telah menerbitkan Nota Pemeriksaan I kepada manajemen PT Indonesia Epson Industry.

Penerbitan nota tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan pekerja mengenai dugaan PHK sepihak dan persoalan penerapan sistem kerja kontrak atau PKWT.

Langkah itu dilakukan setelah audiensi antara Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor dan perwakilan FSPGI pada Kamis (29/10/2026).

Dalam audiensi tersebut, serikat pekerja menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai belum mendapatkan penyelesaian, termasuk tuntutan perubahan status ribuan pekerja kontrak menjadi karyawan tetap serta dugaan pemberangusan serikat pekerja.

FSPGI meminta manajemen PT IEI menjalankan produk hukum dan rekomendasi dari Kemnaker serta menyelesaikan seluruh persoalan ketenagakerjaan yang telah dilaporkan.

Bagi serikat pekerja, penerbitan Nota Pemeriksaan I menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pengawasan ketenagakerjaan. Namun, mereka menegaskan bahwa langkah administratif tersebut harus diikuti tindakan nyata hingga hak-hak pekerja mendapatkan kepastian.

Boikot Produk Epson Jadi Ancaman Serius

Di tengah meningkatnya ketegangan, ancaman boikot produk Epson menjadi salah satu tekanan yang disiapkan FSPGI apabila tuntutan buruh tidak dipenuhi.

FSPGI menyatakan akan menggalang dukungan masyarakat luas untuk tidak membeli produk Epson di Indonesia sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangan pekerja.

Ancaman tersebut muncul di tengah sejumlah persoalan hubungan industrial, termasuk dugaan PHK terhadap 11 pekerja yang sebelumnya juga menjadi sorotan serikat buruh.

Bagi FSPGI, persoalan di PT Indonesia Epson Industry tidak sekadar menyangkut status karyawan kontrak dan pemutusan hubungan kerja. Mereka menilai kasus tersebut berkaitan erat dengan perlindungan hak pekerja, kebebasan berserikat, kepastian hukum, serta penanganan laporan dugaan tindak kekerasan seksual.

Kini, perhatian tertuju pada langkah manajemen PT IEI, Kemnaker, dan aparat penegak hukum dalam merespons tuntutan tersebut.

FSPGI menegaskan perjuangan buruh tidak akan berhenti sebelum tuntutan mendapatkan penyelesaian dan keputusan yang telah diterbitkan dijalankan sebagaimana mestinya.

Buruh menginginkan kepastian, bukan sekadar janji. Jika tidak ada realisasi, mereka mengancam memperbesar gelombang aksi hingga demonstrasi ke Mabes Polri, Istana Presiden, Kedutaan Besar Jepang, serta kampanye boikot produk Epson benar-benar dilaksanakan. (Red)

Tags: Abdul Baisaksi buruh CikarangAncam Demo hingga Boikot Produkboikot produk EpsonCopot Kapolda Metro Jayademo buruh Epsondemo ke Istana Presidendemo Kedubes Jepangdemo Mabes Polridugaan union busting EpsonFederasi Serikat Pekerja Global IndonesiaFSPGIFSPGI keluarkan ultimatum untuk EpsonFSPGI Ultimatum EpsonKapolda Metro JayakapolriKapolri Harus Turun TanganKoalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesiakonflik buruh Epsonperjuangan buruh IndonesiaPHK pekerja EpsonPKWT PT EpsonPKWTT karyawan EpsonPT EpsonPT Indonesia Epson Industry
SendShare322Tweet201Send

BeritaTerkait

Ketum PP ISARAH Amanahkan Abdul Thaib Siahaan Selenggarakan Muktamar XII Ikatan Sarjana Al Washliyah

Ketum PP ISARAH Amanahkan Abdul Thaib Siahaan Selenggarakan Muktamar XII Ikatan Sarjana Al Washliyah

20 Oktober 2026
1.2k
‎Soroti Keselamatan Transportasi, ‎PB ALAMP AKSI Desak Menhub Bergerak: Jangan Tunggu Korban Berjatuhan Lagi

‎Soroti Keselamatan Transportasi, ‎PB ALAMP AKSI Desak Menhub Bergerak: Jangan Tunggu Korban Berjatuhan Lagi

8 Oktober 2026
1.2k
Modus Atas Nama Kelompok Tani Nelayan, Gerombolan OTK Mencoba Serobot Lahan Tanah Milik Warga di Desa Bubun

Modus Atas Nama Kelompok Tani Nelayan, Gerombolan OTK Mencoba Serobot Lahan Tanah Milik Warga di Desa Bubun

4 Oktober 2026
1.3k

Lagi, Bang YD Salurkan Bantuan Sosial Kepada Masyarakat Nias : Meringankan Beban Warga & Netizen Apresiasi.

23 September 2026
1.1k

Yusman Dawolo Kembali Berbagi, Salurkan Bantuan Beras 10 Kg & Beasiswa Rp8 Juta Kepada Masyarakat Membutuhkan.

9 September 2026
1.1k
Tiorita Perintahkan Penertiban Kendaraan Dinas, Aset Langkat Harus Jelas dan Tertib

Tiorita Perintahkan Penertiban Kendaraan Dinas, Aset Langkat Harus Jelas dan Tertib

9 September 2026
1.2k

Yusman Dawolo Salurkan Bantuan Modal Usaha & Beasiswa, Dorong Masyarakat Mandiri Serta Raih Masa Depan.

1 September 2026
1.1k
PDIP Somasi KWP Soal Tuduhan ‘Gerombolan Sirkus’, Buntut Rapat Komisi II Dipimpin Sufmi Dasco Ahmad

PDIP Somasi KWP Soal Tuduhan ‘Gerombolan Sirkus’, Buntut Rapat Komisi II Dipimpin Sufmi Dasco Ahmad

7 Agustus 2026
1.2k
Menaker: Hubungan Industrial Harus Adaptif Hadapi Perubahan Dunia Kerja

Menaker: Hubungan Industrial Harus Adaptif Hadapi Perubahan Dunia Kerja

29 Juli 2026
1.2k
Baru Dilantik Jadi Ketua PAN Sumut, Bupati Langkat Ditangkap KPK, Bawa 55 Keping Logam  Mulia Pula 

Baru Dilantik Jadi Ketua PAN Sumut, Bupati Langkat Ditangkap KPK, Bawa 55 Keping Logam  Mulia Pula 

5 Juli 2026
1.2k
Selanjutnya
Tiorita Dampingi Gubernur Sumut Panen Raya, Langkat Siapkan Pengembangan 500 Hektare Lahan Pertanian

Tiorita Dampingi Gubernur Sumut Panen Raya, Langkat Siapkan Pengembangan 500 Hektare Lahan Pertanian

Cek Kesehatan Gratis Dinkes Pemko Medan
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.

TERKINI

Cegah Banjir di Medan Johor, Afri Rizki Lubis Minta Warga Tak Buang Sampah ke Drainase
Politik

Cegah Banjir di Medan Johor, Afri Rizki Lubis Minta Warga Tak Buang Sampah ke Drainase

8 November 2026
1.1k

Baca
Wong Chun Sen Ajak Warga Medan Ubah Sampah Jadi Kompos dan Bernilai Ekonomi

Wong Chun Sen Ajak Warga Medan Ubah Sampah Jadi Kompos dan Bernilai Ekonomi

8 November 2026
1.2k
Zulkarnaen ‘Ngamuk’, Camat Medan Timur dan Lurah Pulo Brayan Bengkel Absen saat Warga Ngadu: Kalian Digaji Rakyat!

Zulkarnaen ‘Ngamuk’, Camat Medan Timur dan Lurah Pulo Brayan Bengkel Absen saat Warga Ngadu: Kalian Digaji Rakyat!

8 November 2026
1.1k
Ali Yassil Sagala Siap Besarkan PJS di Labura

Ali Yassil Sagala Siap Besarkan PJS di Labura

7 November 2026
1.2k
Muktri Bahari Pimpin Gerakan Peduli Lingkungan, Warga Kompak Antisipasi Banjir

Muktri Bahari Pimpin Gerakan Peduli Lingkungan, Warga Kompak Antisipasi Banjir

6 November 2026
1.2k
Saksi Ungkap Tak Semua Kapal di Belawan Wajib Bayar Jasa Pandu dan Tunda

Saksi Ungkap Tak Semua Kapal di Belawan Wajib Bayar Jasa Pandu dan Tunda

6 November 2026
1.2k
Surat Penyidik Terbit Ekskavator Diduga Milik PU Masih Beroperasi Di Lahan Sengketa Bubun

Surat Penyidik Terbit Ekskavator Diduga Milik PU Masih Beroperasi Di Lahan Sengketa Bubun

5 November 2026
1.2k
Puluhan Ribu Pekerja Dipastikan Datangi Prabowo, Abdul Bais Desak Kapolri Tindaklanjuti 4 Ultimatum FSPGI untuk Epson‎‎

Puluhan Ribu Pekerja Dipastikan Datangi Prabowo, Abdul Bais Desak Kapolri Tindaklanjuti 4 Ultimatum FSPGI untuk Epson‎‎

4 November 2026
1.2k
Satresn Narkoba Polres Karo Amankan Dua Pria dan Sabu

Satresn Narkoba Polres Karo Amankan Dua Pria dan Sabu

3 November 2026
1.2k
Sekda Langkat Dampingi Kunjungan Kapolda Sumut

Sekda Langkat Dampingi Kunjungan Kapolda Sumut

3 November 2026
1.2k
HarianMetro.id

© 2000 harianMETRO.ID - Tak Ada Yang Terlewatkan!.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Tentang kami
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
  • Disclaimer
  • Dprd medan
  • Teknologi
  • Video
  • Wakil Rakyat

Follow Us

Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Home
  • Headline
  • News
  • Dunia
  • Nasional
  • Sumut
  • Medan
  • Metro
  • Bisnis
  • Edukasi
  • Hukum
  • Iklan Baris
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Dprd medan
  • Wakil Rakyat
  • Ragam
  • Sosial
  • Teknologi
  • TNI/Polri
  • Video

© 2000 harianMETRO.ID - Tak Ada Yang Terlewatkan!.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

.