MEDAN -Penghimpunan dana di Pasar Modal dari perusahaan yang ada di Sumatera Utara tercatat sebesar Rp2,51 triliun.
Jumlah tersebut dari total sebanyak 10 perusahaan yang telah melakukan Initial Public Offering (IPO), 1 perusahaan yang menerbitkan obligasi, dan 5 usaha yang menjadi penerbit securities crowdfunding (SCF) yang merupakan salah satu alternatif pendanaan bagi UMKM yang potensial untuk dikembangkan di Sumut.
Kepala Regional 5 Sumatera Bagian Utara, Bambang Mukti Riyadi mengatakan, dalam pipeline 5 tahun ke depan, terdapat 11 rencana IPO oleh perusahaan di Sumut
Selanjutnya hingga Mei 2023, SCF berhasil menghimpun dana sebesar Rp15,52 miliar yang berasal dari 3.641 investor.
Perkembangan investor pasar modal telah mengalami peningkatan signifikan seiring dengan kemajuan teknologi dan akses yang lebih mudah ke informasi keuangan, katanya, Senin (17/7/2023).
Hingga Mei 2023, tercatat sebanyak 506.529 single investor identification (SID) atau rekening investor di Sumut dengan pertumbuhan 25,56 persen yoy.
Dari segi instrumen investasi, reksadana merupakan instrumen investasi dengan jumlah investor terbanyak, yaitu 474.494 atau tumbuh sebesar 27,71 persen yoy.
Demikian juga aktivitas perdagangan saham selama Mei 2023 terpantau meningkat dibanding bulan sebelumnya.
Terlihat dari nilai transaksi saham sebesar Rp8,64 triliun, lebih tinggi dibanding April 2023 sebesar Rp5,14 triliun.
Selama periode Januari – Mei 2023, total nilai transaksi tercatat sebesar Rp62,38 triliun dengan rata-rata bulanan sebesar Rp7,22 triliun, menurun dibanding rata-rata bulanan 2022.
Namun mulai meningkat dibanding periode bulan lalu (Januari -Desember 2022 Rp12,17 triliun, sementara Januari -April 2023 Rp6,86 triliun).
Sektor IKNB
Pada sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), pendapatan premi sektor asuransi di Sumatera Utara selama Triwulan I 2023 mencapai Rp2,51 triliun, mengalami kontraksi sebesar -1,66 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya (2022: -4,66 persen).
Khusus pada segmen asuransi umum, akumulasi premi tetap tumbuh positif sebesar 8,56 persen year-on-year (2022: 30,93 persen) menjadi Rp627 miliar.
OJK terus memonitor normalisasi kinerja asuransi jiwa dan peningkatan rasio klaim yang mengindikasikan adanya konsolidasi dalam pemasaran produk asuransi jiwa, terutama pada segmen asuransi jiwa PAYDI (Produk Asuransi Yang Dikaitkan dengan Investasi).
OJK akan memastikan bahwa proses konsolidasi tersebut dikelola dengan baik dan dampaknya terhadap kesehatan keuangan perusahaan dapat dimitigasi.
Sementara itu, nilai piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan masih terus tumbuh tinggi pada Mei 2023 sebesar 21,95 persen yoy (April 2023: 21,55 persen) menjadi Rp20,58 triliun.
Porsi pembiayaan produktif melanjutkan tren peningkatan yang signifikan hingga mencapai 41,70 persen (April 2023: 38,48 persen), didukung pertumbuhan pembiayaan modal kerja dan investasi masing-masing sebesar 108,82 persen yoy dan 24,82 persen yoy.
Sementara itu, risiko perusahaan pembiayaan masih terjaga dengan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) meningkat menjadi 2,09 persen (April 2023: 1,94 persen).
Kinerja fintech peer to peer (P2P) lending pada Mei 2023 terus menunjukkan pertumbuhan, dengan outstanding pembiayaan tumbuh sebesar 47,78 persen yoy (April 2023: 49,50 persen) mencapai Rp1,41 triliun.
Sementara itu, tingkat risiko pembiayaan secara agregat (TWP90) berada dalam level yang aman yaitu 1,94 persen (April 2023: 1,45 persen).
Penyaluran pembiayaan/pinjaman IKNB berkantor pusat di Sumut menunjukkan pertumbuhan positif.
Lebih lanjut disebutkannya, Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang terdiri dari 1 LKM dan 1 Bank Wakaf Mikro (BWM) entitas di Sumatera Utara pada Mei 2023 mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 8,98 persen yoy.
Sementara itu, penyaluran pembiayaan tercatat sebesar Rp4,23 miliar dengan pertumbuhan 2,02 persen yoy.
LKM sebagai lembaga pembiayaan yang berfokus terhadap pengembangan masyarakat miskin produktif memiliki nominal pembiayaan yang relatif kecil dibanding lembaga lainnya.
Perusahaan Gadai Swasta yang terdiri dari 14 entitas telah memberikan pinjaman dengan total Rp44,84 miliar hingga Maret 2023 atau tumbuh 36,61 persen secara yoy.
Pada Mei 2023, terdapat penambahan 1 perusahaan gadai swasta yang telah terdaftar dan berizin di OJK.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan perkembangan yang baik bagi pengembangan usaha dan pemberdayaan masyarakat, khususnya dengan penghasilan menengah ke bawah di Sumut. ( swisma)























