METRO,MEDAN | Dinas Kesehatan Kota Medan mencatat sebanyak 62 balita mengalami gizi buruk tahun 2025. Berikut penyebabnya.
Ketua Tim Kerja Gizi dan KIA Dinkes Medan, Novi mengatakan, fenomena gizi buruk ini disebabkan oleh kombinasi asupan makanan yang tidak mencukupi atau tidak seimbang, infeksi penyakit berulang, serta faktor lingkungan dan sosial-ekonomi.
“Gizi buruk juga disebabkan kurangnya pengetahuan orang tua mengenai gizi dan sanitasi, serta tidak diberikannya ASI eksklusif,” ujar Novi, Minggu (29/3/2026).
Adapun berdasarkan data Dinkes Medan, terdapat peningkatan signifikan jumlah anak dengan gizi buruk pada tahun 2023 yakni 94 balita. Sementara pada 2024, jumlahnya menurun menjadi 77 balita.
Novi menyebut, beberapa upaya penanganan gizi buruk yang dilakukan berupa pendekatan komprehensif, meliputi pemberian makanan tambahan (PMT) nutrisi, terapi gizi, rehabilitasi, hingga pelacakan kasus aktif.
“Upaya ini mencakup deteksi dini di Posyandu, edukasi gizi bagi orang tua, serta penguatan pelayanan kesehatan primer dan rujukan,” katanya.
Sebelumnya, Wali Kota Medan, Rico Waas menceritakan pengalamannya masih menemukan anak gizi buruk di Kecamatan Medan Denai, Kota Medan. Hal ini ia sampaikan saat apel pertama usai lebaran di Balai Kota Medan.
“Kami baru saja menemukan di Kecamatan Medan Denai sebuah keluarga yang punya problem yang sejatinya tidak boleh terjadi di kota besar seperti kita ini. Apa itu? Seorang anak dengan gizi buruk. Memang kondisi finansial ini salah satu faktor yang membuat terjadinya hal tersebut,” ujar Rico saat menjadi pembina apel, Rabu (25/3/2026).
Rico mengatakan, anak dengan gizi buruk tersebut berusia 12 tahun dengan bobot 11 kilogram. Menurut Rico, anak tersebut membutuhkan tambahan darah dan perawatan intensif.
Ia mengakui, sejauh ini belum ada data akurat terkait jumlah anak dengan gizi buruk di Medan.
“12 tahun dengan bobot 11 kg ini termasuk menjadi perhatian kita di mana di kota kita masih ada anak dengan gizi buruk. Oleh sebab itu kami perintahkan kepada seluruh wilayah, camat, lurah kami minta seluruh data anak di Kota Medan yang memiliki potensi gizi buruk tadi,” tambahnya.
Politisi Partai Nasdem ini meminta seluruh aparatur kewilayahan untuk melakukan pendataan anak dengan gizi buruk di Medan.
“Kami minta beberapa waktu ke depan berikan datanya kepada kami, mari kita semuanya,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan seluruh aparatur sipil negara di lingkungan Pemkot Medan untuk memaksimalkan tugas usai melewati Bulan Ramadan.
“Kami tidak ingin ada anak di Medan terkena gizi buruk, bahkan yang bisa mengancam kejiwaan. Ini tidak boleh terjadi lagi. Ini kami sampaikan sudah banyak hal yang harus kita laksanakan. Khususnya di momen usai Ramadan ini,” tutupnya. (*)














