METRO, BINJAI | Aktivitas perjudian togel di Kota Binjai menjadi momok yang meresahkan di tengah tengah masyarakat khususnya masyarakat Kota Binjai.
Penyakit masyarakat ini seperti tidak dapat dihapuskan, karena cukup melekat dibeberapa golongan masyarakat. Hanya dengan bermodalkan sedikit berharap dengan kemenangan yang besar melalui cara menebak nomor (angka) apa yang akan di keluarkan oleh sang bandar.
Dalam sehari ada sekitar 3 putaran togel yang beroperasi seperti SDY, SGP dan HK, 3 jenis togel ini yang sering di putar oleh bandar darat, bukan kepalang keuntungan yang di raup oleh bandar bandar darat ini mencapai puluhan jutaan rupiah perhari.
Di Kota Binjai ada 2 bandar darat yang cukup besar, dalam mengelola bisnis perjudian togel ini, di wilayah barat Kota Binjai ada KB bandar togel yang memiliki wilayah barat, dan di wilayah selatan Kota Binjai ada SS bandar togel yang memiliki wilayah selatan.
Informasi yang didapat, kedua bandar judi togel KB dan SS sering keluar masuk Polres Binjai untuk melakukan koordinasi dengan petinggi yang ada di Polres Binjai.
Ustadz Bayu Kencana
Salah seorang tokoh agama di Kota Binjai, saat kami mintai tanggapannya terkait bebasnya aktivitas perjudian togel di Kota Binjai. Ustadz Bayu Kencana menuturkan “Secara pribadi saya sebagai Umat Muslim dan masyarakat Kota Binjai ya Harus di perangi lah di berantas sampai ke akar-akarnya,” kata Bayu, Selasa (10/1/2023).
Ustadz Bayu Kencana juga menambahkan, ada solusi yang tepat untuk memberantasnya jika masyarakat dan tokoh antar lintas Agama mau bersatu, namun karena mikir keegoisan masing-masing maka perjudian dan narkoba jadi marak dan bebas di Kota Binjai.
Di tempat yang lain. Randi Permana, mahasiswa sekaligus Aktivis Kota Binjai mengatakan, praktik perjudian yang ada di Kota Binjai sangat meresahkan dan melanggar visi dan misi Walikota Binjai yang menjunjung tinggi nilai religius dan harmonisasi.
“Saya berharap, Kapolres Binjai segera menangkap semua bandar judi yang ada di Kota Binjai. Padahal, baru-baru ini, Walikota Binjai mengatakan akan menjadikan kota Binjai yang religius, tapi kenapa semua perjudian dibiarkan,” kata Randi.
Dirinya berharap, Kapolres Binjai dapat menjalankan atensi yang diberikan Kapolri untuk memberantas semua bentuk perjudian, baik perjudian konvensional maupun online, termasuk pihak yang membekingi. (Done)

















