METRO,LABUHAN | Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan Komplek Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Lingkungan XVII Kelurahan Seimati Kecamatan Medan Labuhan, membuat ribuan rumah terendam banjir hingga setinggi 60 centimeter,Senin (14/9/2026).
Bencana banjir tersebut dipicu hujan deras yang mulai turun ditambqh banjir Rob mengakibatkan luapan air mulai memasuki permukiman warga sehingga warga terpaksa bergegas menyelamatkan barang-barang berharga.
Seorang warga setempat Riduan(45) menyampaikan bahwa hujan lebat mengguyur wilayahnya selama hampir tiga jam penuh dan genangan air surut sangat lambat meski hujan telah reda.
Riduan bersyukur telah meninggikan lantai bangunan rumahnya sehingga air tidak sampai masuk ke dalam ruangan tempat tinggalnya.
“Kalau di tempat saya itu, sedengkul tuh lebih kurang 60 cm tinggi airnya. Karena kontur rumah kita agak tinggi, ini lebih kurang setengah meter lagi barulah air di rumah masuk,” tambahnya.
Banjir yang saban waktu melanda permukimannya disebabkan oleh luapan air yang tidak dapat ditampung oleh saluran parit yang terlampau kecil.
“Kalau biasanya air ini luapan dari kawasan Martubung Sebab paritnya kecil, tumpah lalu ke rumah penduduk. Jadi kalau bisa, parit itu digali, diperbesar sama pemerintah kalau bisa,” harapnya.
Pria yang menetap di kawasan tersebut sejak tahun 1998 ini mengaku sudah empat kali meninggikan lantai rumahnya hingga total setinggi satu meter demi menghalau air banjir.
Ia menambahkan bahwa genangan air membutuhkan waktu setidaknya 24 jam untuk surut total, dengan catatan tidak ada hujan susulan yang turun.
“Saya sampai empat kali naikin tanah di rumah ini. Untuk ninggikan aja, baru tinggi satu meter. Awalnya tuh tambah 30 cm, lalu 30 cm lagi, terus naik sampai satu meter. Kita cicil. Sampai empat kali naik, barulah enggak masuk airnya katanya.
Keluhan serupa disampaikan warga lain, Rina (41). Ia mengungkapkan bahwa air mulai menerjang masuk ke dalam rumahnya menjelang tengah malam dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa.
“Banjirnya dari semalam pas hujan deras. Jam 11.00 malam udah mulai banjir. Di rumah saya banjirnya masih selutut,” kata Rina.
Akibat rumahnya tergenang, Rina dan keluarga terpaksa mengamankan perabotan rumah tangga ke tempat yang lebih tinggi. Sebagian tetangganya bahkan memilih mengungsi sementara ke area Blok yang lokasinya lebih tinggi dan bebas dari banjir.
anehnya pihak terkait tidak peduli apa yang dialamin warganya sampai saat ini.
Camat Medan Labuhan Iliyas Padang Sstp ketika dikomfirmasi melaui pesan Whattshafnya enggan memberikan komentar.(Lubis)













