METRO,MEDAN | Shri Mariamman Kuil yang selama ini dikenal sebagai salah satu rumah ibadah umat Hindu terbesar di Kota Medan, menjadi sorotan publik setelah terjaring razia Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) oleh pihak PLN ULP Medan Kota.
Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, petugas PLN bersama aparat kepolisian melakukan pemeriksaan langsung terhadap instalasi listrik di area kuil. Dari hasil temuan awal, diduga terjadi penggunaan listrik tidak sah (sambung langsung) dengan daya mencapai 11.000 VA yang berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama.
Akibat temuan tersebut, meteran listrik langsung dicabut di tempat, dan pihak pengelola dikenakan denda yang diperkirakan mencapai Rp50.000.000.
Peristiwa ini sontak mengundang reaksi keras dari umat Hindu, mengingat tempat tersebut merupakan rumah ibadah yang seharusnya dijaga kesuciannya, integritasnya, serta pengelolaannya yang transparan dan bertanggung jawab.
Sejumlah umat yang ditemui awak media mempertanyakan ke mana aliran dana selama ini, termasuk dari penyewaan gedung dan berbagai pemasukan lainnya.
“Ini bukan sekadar pelanggaran teknis, ini menyangkut kepercayaan umat. Kalau benar terjadi bertahun-tahun, lalu selama ini pengelolaan keuangannya bagaimana?” ujar salah satu tokoh umat yang enggan disebutkan namanya.

Situasi ini juga memperkuat kritik terhadap kepengurusan lama Perhimpunan Shri Mariamman Kuil yang dinilai tidak melakukan regenerasi dan pembenahan sistem secara menyeluruh. Banyak pihak menilai bahwa stagnasi kepemimpinan telah membuka celah terjadinya berbagai penyimpangan dalam tata kelola.
Umat kini mendesak agar kepengurusan segera diserahkan kepada kepengurusan MLB yang sah, guna melakukan pembaruan total terhadap sistem manajemen, transparansi keuangan, serta mekanisme operasional kuil.
“Sudah saatnya dilakukan pembenahan. Tidak bisa lagi dibiarkan dengan pola lama. Ini menyangkut marwah umat Hindu,” tegas salah satu perwakilan umat.
Kehadiran aparat kepolisian dan petugas PLN dalam razia tersebut menjadi bukti bahwa persoalan ini bukan hal sepele. Publik menilai, kejadian ini telah mencoreng nama baik rumah ibadah dan menjadi preseden buruk jika tidak segera ditindaklanjuti secara serius.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepengurusan lama terkait temuan tersebut.
Umat berharap ada penjelasan terbuka, audit transparan, serta langkah konkret untuk mengembalikan kepercayaan dan kesucian Shri Mariamman Kuil sebagai tempat suci yang semestinya dijaga dengan penuh tanggung jawab. (HM)














