METRO,BINJAI | Warga Timbang Langkat akhirnya bisa bernapas lega. Sosok pria yang selama ini disebut-sebut meresahkan dan diduga menjadi pemasok sabu di kawasan Binjai Timur, akhirnya tak berkutik.
Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai meringkus seorang pria berinisial BS (29) yang diduga kuat sebagai bandar sabu, dalam operasi senyap di Jalan Pimpong, Kelurahan Timbang Langkat, Kecamatan Binjai Timur, Jumat dini hari (23/1/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.
Penangkapan itu bukan kebetulan, Kasat Narkoba Polres Binjai AKP Ismail Pane, S.H., M.H. lebih dulu menerima laporan warga yang geram dengan ulah pelaku. Nama BS disebut-sebut kerap mengedarkan sabu dan membuat warga sekitar resah.
“Sudah lama meresahkan,” ujar warga.
Tak ingin memberi ruang gerak, tim di bawah pimpinan IPTU Alex Parasibu, S.H. langsung turun ke lapangan melakukan penyelidikan.
Suasana malam yang sunyi berubah tegang.
Petugas menyisir Jalan Pimpong hingga melihat seorang pria berdiri di pinggir jalan, sibuk memainkan ponselnya. Gerak-geriknya mencurigakan.
Saat hendak didekati. BS panik, Ia langsung tancap gas kabur ke arah permukiman warga.
Aksi kejar-kejaran pun pecah di tengah gelapnya malam. Polisi berlari memburu pelaku yang mencoba kabur dengan cara menyelinap di antara rumah-rumah.
Namun upayanya sia-sia, dalam hitungan menit BS berhasil dilumpuhkan.
Saat digeledah, polisi menemukan:
•2 paket diduga sabu (brutto 1,41 gram) dibungkus plastik klip transparan
•1 unit HP Android merek Infinix warna biru yang diduga dipakai untuk transaksi
Barang bukti itu cukup untuk menutup ruang BS yang merupakan warga Jalan Danau Poso, Kelurahan Sumber Karya, BS pun langsung digelandang petugas ke Satresnarkoba Polres Binjai guna pemeriksaan intensif.
“Terduga dan barang bukti sudah kami amankan. Yang bersangkutan dijerat Pasal 114 UU Narkotika,” tegas AKP Ismail Pane.
Ancaman hukumannya tak main-main: minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara.
Penangkapan ini sekaligus menjadi peringatan keras. Peredaran sabu di Binjai Timur disebut masih menjadi ancaman nyata, menyasar lingkungan pemukiman hingga anak muda.
Polisi memastikan tak akan berhenti di satu nama.
Jika ada bandar lain yang merasa aman, bersiaplah. Karena cepat atau lambat, pintu sel akan menunggu. (Done)














