METRO,LABUHANBATU | Gelombang dukungan terhadap jajaran Polres Labuhanbatu dalam memberantas peredaran gelap narkotika terus mengalir dari berbagai elemen strategis. Kali ini, ketegasan dan apresiasi tinggi disuarakan oleh Muhammad Kurniawan, seorang aktivis mahasiswa Sumatra Utara (Sumut) sekaligus putra asli daerah Labuhanbatu.
Kurniawan secara lantang menilai kinerja Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu, AKP Hardiyanto, beserta jajarannya telah berjalan di jalur yang tepat (on the right track). Ia menegaskan bahwa seluruh personel Satres Narkoba telah berhasil mengimplementasikan visi besar Kapolri yang baru melalui tindakan nyata yang tegas, transparan, dan tanpa kompromi di lapangan.
“Sebagai putra asli Labuhanbatu, saya menjadi saksi bagaimana kepolisian bekerja totalitas. Kinerja nyata mereka bukan sekadar isapan jempol, melainkan implementasi langsung dari arahan tegas Bapak Kapolri yang baru untuk membersihkan wilayah hukum kita dari jaringan narkoba,” tegas Muhammad Kurniawan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (10/10).
Guna mematahkan opini miring yang berkembang, Kurniawan memaparkan sejumlah capaian fantastis yang berhasil ditorehkan oleh Satres Narkoba Polres Labuhanbatu belakangan ini, di antaranya:
• Pengungkapan Kasus Skala Besar: Keberhasilan menggagalkan penyelundupan narkoba jaringan internasional dengan penyitaan 30 Kilogram sabu dan 20.000 butir pil ekstasi dalam satu operasi di Lintas Sumatera.
• Konsistensi Penindakan Bulanan: Selama periode September saja, jajaran Polres Labuhanbatu sukses mengungkap puluhan kasus narkotika dan menjebloskan puluhan tersangka ke sel tahanan.
• Gerebek Sarang Narkoba (GSN): Teranyar, respons cepat melalui kolaborasi taktis dengan BNNK dalam meruntuhkan titik-titik rawan peredaran obat terlarang langsung ke pemukiman padat.
Melihat rekam jejak prestasi tersebut, Kurniawan mengecam keras pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang sengaja mengembuskan isu liar dan menuduh Kapolres Labuhanbatu serta Kasat Narkoba melakukan pembiaran narkoba. Ia menilai tuduhan itu sarat akan motif pembunuhan karakter (character assassination) demi melemahkan mentalitas aparat yang sedang gencar-gencarnya memburu bandar besar.
“Tuduhan pembiaran itu sangat keji, kontradiktif dengan fakta lapangan, dan sama sekali tidak mendasar! Jangan sampai genderang perang melawan narkoba yang ditabuh kepolisian diganggu oleh narasi-narasi hoaks yang sengaja digoreng oknum tertentu,” tegasnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral, aktivis mahasiswa Sumut ini menyatakan diri siap pasang Badan bersama seluruh elemen pemuda demi mengawal keberlangsungan tugas penegakan hukum jajaran Polres Labuhanbatu.
“Kami tidak akan membiarkan institusi Polri berjuang sendirian. Kami siap berdiri di garis depan untuk membentengi Polres Labuhanbatu dari segala bentuk pelemahan opini. Perjuangan ini adalah harga mati demi menyelamatkan masa depan generasi muda Labuhanbatu,” pungkas Kurniawan.



















