SABANG-Penyaluran kredit perbankan pada Mei 2023 secara umum mengalami perlambatan.
Dari data Bank Indonesia Sumatera Utara (BI Sumut) mencatat, pada Mei 2023, kredit perbankan di Sumut terkontraksi sebesar -2,40% yoy (Rp248,7 triliun) dan melambat dari April 2023 sebelumnya sebesar -0,87% yoy (Rp252,6 triliun).
Menurut Deputi Kepala Perwakilan BI Sumut, Ibrahim,
Kredit modal kerja dan kredit investasi masih tumbuh melambat sejalan dengan permintaan akan kredit yang masih rendah.
” Namun di sisi lain, kredit konsumsi menunjukkan peningkatan dari April 2023 menjadi sebesar 7,47% (yoy) pada Mei 2023,” ujar Ibrahim pada pelatihan wartawan ekonomi dan bisnis BI Sumut di Sabang, Aceh, Sabtu (24/6/2023).
Dari sisi sektoral, penyaluran kredit pada sektor Perdagangan Besar dan Eceran (PBE) masih mencatatkan pertumbuhan positif.
Di satu sisi, kredit ke sektor Pertanian, Industri Pengolahan dan Konstruksi masih terbatas.
Ketahanan perbankan, kata Ibrahim tercatat tetap kuat didukung risiko kredit yang terjaga.
Pada April 2023, NPL kredit perbankan di Sumut tetap terjaga di level 2,53%. Dari sisi penggunaan, risiko kredit mengalami sedikit kenaikan namun masih berada pada level terjaga pada kredit konsumsi dan kredit investasi.
Sementara dari sisi sektoral, kenaikan tersebut juga terjadi pada sektor pertanian, PBE, dan konstruksi.
Meskipun demikian, imbuhnya, kenaikan risiko kredit tertahan oleh penurunan kredit modal kerja (dari sisi penggunaan) dan penurunan kredit industri pengolahan (dari sisi sektoral).
“Tetap terjaganya risiko kredit disertai dengan penurunan kredit restrukturisasi serta terjaganya risiko kredit likuiditas di level nasional dengan rasio AL/DPK nasional sebesar 26,58 persen. (swisma)





















