METRO,LABUHAN | Bertahun-tahun dilanda banjir, sampai saat ini Pemko Medan gagal menepati janji kampanyenya dalam penanganan banjir, meski telah lebih dari dua tahun menjabat, genangan air masih terjadi di berbagai wilayah kota Medan.
Salah seorang warga Samsul Lubis (52) menilai persoalan banjir yang berulang dan tidak teratasi mencerminkan lemahnya komitmen dan perencanaan Pemko Medan, khususnya dalam pengelolaan sistem drainase ini membuat ratusan rumah di Komplek Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) upaya karya Pelabuhan Belawan Lingkungan 18 Kel Seimati Kec Medan Labuhan masih terendam banjir
“Banjir sudah jadi langganan warga Komplek TKBM etap tergenang setelah hujan deras. Ini bukti bahwa program normalisasi, masterplan drainase, dan janji-janji kampanye tidak berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya, Senin (13/10/2025).
Lambannya proyek pengendalian banjir yang dianggap tidak tepat sasaran, termasuk pengerjaan drainase dan normalisasi saluran sekunder di sejumlah kecamatan mendesak Pemko Medan membuka data progres proyek secara transparan kepada publik.
“Kami minta Wali Kota Medan harus mampu memberikan rancangan untuk mengatasi banjir di Kota Medan dan juga meminta mengevaluasi kinerja dinas terkait serta menindak tegas kontraktor atau pihak pelaksana yang tidak memenuhi target.
Pemerintah Kota Medan sebelumnya mengklaim telah melakukan berbagai langkah, seperti pengerukan drainase, pembangunan pintu air dan pompa, serta koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera II dan Kementerian PUPR.
Namun, masyarakat menilai hasilnya belum signifikan daerah padat penduduk lainnya masih kerap tergenang pungkasnya.
Genangan air hujan tersebut membuat aktivitas warga mencari nafkah terganggu, sehingga warga terpaksa tetap bermukim di dalam rumah untuk mengantisipasi terjadinya hak-hal yang tak diiinginkan, sedangkan bantuan dari Pemko Medan belum terlihat di lokasi terdampak banjir.
Dilokasi banjir Komplek Perumahan TKBM Upaya Karya Pelabuhan Belawan tersebut, sejumlah anak-anak terlihat bermain di genangan air,namun sampai saat ini pemko medan belum mampu mengatasi.
Genangan air baru bisa surut setelah beberapa hari kemudian, atau setelah warga terkena serangan penyakit gatal-gatal dan masuk angin.
Sejumlah Kecamatan Terendam Banjir, Warga Mulai Mengungsi Sejumlah warga berharap agar Wali Kota Medan segera meninjau lokasi perumahan buruh yang selalu menjadi langganan terendam air hujan tersebut.
“Kami meminta agar Pemko Medan datang meninjau komplek TKBM Medan Labuhan, sehingga Wali Kota melihat sendiri bagaimana warganya menderita akibat genangan banjir,” ujar Panjaitan warga Komplek TKBM Sei Mati.
Warga berharap kepada Pemko Medan agar infrastruktur di sekitar Komplek TKBM Upaya Karya harus segera diperbaiki, karena banyak yang tidak berfungsi lagi dan juga tidak adanya kawasan tata ruang hijau di Kelurahan Sei Mati
Dijelaskannya, selama musim hujan maka Komplek Perumahan TKBM terendam banjir. Bahkan, genangan air yang memasuki rumah-rumah warga selama beberapa hari ini mengakibatkan warga terjangkit penyakit kulit.
“Warga Komplek TKBM Upaya Karya berharap agar Pemko Medan segera memperbaiki infrastruktur di kawasan Komplek TKBM Upaya Karya, apalagi saat ini ruang hijau sebagai tempat resapan air tidak ada lagi begitu juga drainase yang harus diperbaiki,” pintanya.(Lubis)

















