METRO,LABURA | Janji tinggal janji, Nasabah BRI Unit Tanjung Leidong bernama Fatimah warga Dusun Gori Desa Simandulang harus menelan pil pahit. Pasalnya, sudah 3 bulan lebih pinjaman lunas maju belum juga dicairkan oleh BRI Unit Tanjung Leidong, Kecamatan Kualuh Leidong Kabupaten Labuhan Batu Utara, Selasa (15/07/2025).
Menurut Fatimah kepada wartawan mengatakan dia sudah tiga kali mengambil pinjaman KUR dengan agunan surat tanah rumah dari mulai 50 JT, 20 JT dan terakhir 30 JT, namun ke empat kalinya Fatimah ingin menambah usaha dan mau meminjam kembali dengan lunas maju KUR, pada saat itu, dirinya berkordinasi bersama oknum mantri BRI inisial SJ.
Menurut Fatimah pada saat mau Lunas maju harus melunasi semua sisa hutang sebesar 21.600,000 (Dua puluh satu juta enak ratus ribu rupiah) pinjaman bisa dicairkan kembali.
Selelah itu, oknum Mantri BRI berinisial SJ datang bersama kepala BRI ke rumah nasabah.
“Pas dikabari mau datang ke rumah, saya ssnang bang, karena pinjaman saya mau cair,” ungkapnya.
Namun, harapan tinggal harapan setelah semua hutang dilunasi sampai saat ini sudah tiga bulan lebih oknum mantri inisial SJ tersebut seakan akan menghindar dan saat dihubungi melalui telepon seluler selalu gak mengangkat hape.
“Saya bukan pertama ini menjadi nasabah BRI, sudah yang ke empat kalinya namun harapan yang di berikan oknum insial SJ mantri BRI unit tanjung leidong hanya sebatas harapan. Saya sangat kecewa padahal uang yang untuk melunasi hasil meminjam, berharap pinjaman KUR yang ke empat bisa di cairkan rencana untuk menambah usaha,” katanya.
Sementara, oknum Mantri BRI bernisial SJ aaat dihuhungi wartawan melalui pesan singkat (WhatsApp), enggan memberikan komentar terkait nasabah bernama Fatimah warga Dusun Lorong Gori, yang sempat dijanjikan akan cair pinjaman KUR nya kalau melunasi sisa semua hutang sebesar Rp 21600.000.(Dua puluh satu juta enak ratus ribu rupiah).
Saat bersamaan wartawan juga mengkonfirmasi kepala BRI unit Tanjung Leidong, Agus Salim meminta agar nasabah menemuinya.
” Besok bisa datang ke kantor,” balasnya (Heri)















