METRO,LABURA| Kondisi jalan aspal di kawasan Simpang Tiga, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Kualuh Leidong, Kabupaten Labuhanbatu Utara, kembali menjadi perhatian masyarakat. Kerusakan jalan berupa lubang dan permukaan aspal yang mulai mengalami kerusakan dinilai perlu segera mendapat perhatian dari pemerintah dan dinas terkait.Rabu 19/08/26
Warga menduga salah satu faktor yang turut mempercepat kerusakan jalan tersebut adalah aktivitas truk pengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dengan muatan yang diduga melebihi kapasitas atau overload.
Masyarakat berharap Dinas Perhubungan bersama instansi terkait dapat melakukan pengawasan terhadap kendaraan angkutan yang melintas di kawasan tersebut. Selain penindakan apabila ditemukan pelanggaran, warga juga meminta agar diberikan imbauan kepada para pengusaha dan pengemudi truk untuk tidak membawa muatan secara berlebihan.
“Kalau kendaraan berat terus membawa muatan berlebih, tentu jalan akan semakin cepat rusak. Kami berharap ada perhatian dari pihak terkait, paling tidak dilakukan pengawasan dan imbauan,” ujar salah seorang warga.
Menurut masyarakat, jalan tersebut merupakan salah satu akses penting bagi aktivitas warga. Kondisi jalan yang berlubang tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengendara, terutama pengguna sepeda motor.
Warga berharap persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut. Mereka meminta pemerintah dapat mengambil langkah nyata, baik melalui pengawasan kendaraan angkutan, edukasi mengenai batas muatan, maupun perbaikan jalan yang telah mengalami kerusakan.
Masyarakat juga mengimbau seluruh pihak yang menggunakan akses jalan tersebut agar bersama-sama menjaga infrastruktur yang telah dibangun pemerintah demi kepentingan bersama.
Sementara irfan Ashadi Ritonga,Sp,M.si,.kadis Perhubungan kabupaten Labuhanbatu utara saat di komfirmasi wartawan mengenai jalan aspal yang rusak dan berlubang diduga akibat motor truk muatan tandan buah segar kelapa sawit oper kapasitas.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari dinas perhubungan mengenai dugaan kendaraan angkutan
TBS bermuatan lebih serta kondisi kerusakan jalan di kawasan Simpang Tiga tersebut.(heri)


















