METRO,ASAHAN | Harapan akan keadilan masih disuarakan Safaruddin, warga jalan Gergaji,Lingkungan 1 Kelurahan Sidodadi,Kecamatan Kisaran barat Kabupaten Asahan. Ia mempertanyakan perkembangan laporan dugaan penganiayaan yang disebut telah berlangsung cukup lama, namun hingga kini belum memberikan kepastian hukum sebagaimana yang diharapkannya, Minggu (16/08/2026)
Safaruddin mengaku menjadi korban pemukulan dan sudah membuat laporan ke polsek kota kisaran timur polres Asahan dengan bukti laporan nomor : STBL/186/VI/2024/SPK. yang mengakibatkan empat giginya hilang. Peristiwa tersebut meninggalkan luka dan kerugian bagi dirinya, sekaligus membuatnya berharap agar perkara yang telah dilaporkannya dapat segera dituntaskan.
Menurut keterangan Safaruddin, pihak kepolisian sebelumnya telah menerbitkan surat SP Kap terkait perkara tersebut. Namun, ia mempertanyakan mengapa terduga pelaku hingga kini belum juga berhasil diamankan.Padahal semua bukti foto dan vidio bahkan rumah terduga pelaku sudah di ketahui oleh pihak kepolisian.
Kondisi tersebut membuat korban meminta perhatian serius dari pimpinan Polres Asahan. Safaruddin berharap Kapolres Asahan yang baru dapat mengevaluasi penanganan perkara tersebut serta memastikan proses hukum berjalan secara profesional dan transparan.
“Saya hanya berharap ada kepastian hukum. Peristiwa ini sudah lama, saya mengalami akibat yang cukup berat sampai kehilangan empat gigi. Saya berharap laporan saya benar-benar ditangani dan tidak berlarut-larut,” ungkap Safaruddin.
Ia juga berharap pimpinan Polres Asahan melakukan evaluasi terhadap kinerja jajaran Polsek Kisaran Timur, termasuk Kapolsek dan Kanit Reskrim, apabila dalam penanganan perkara tersebut ditemukan adanya kendala atau kekurangan.
Bagi Safaruddin, kehadiran aparat penegak hukum bukan hanya untuk menerima laporan masyarakat, tetapi juga memberikan rasa keadilan dan kepastian hukum kepada korban.
Sementara kanit reskrim polsek kota kisaran timur polres Asahan ipda Supangat SH MH kanit saat komfirmasi wartawan terkait perkembangan perkara tersebut sampai saat ini pelaku juga belum tertangkap, yang di sebut sudah di buat sp kap nya,”hanya membalas pesan dengan singkat “Saya cek Sp2hp terakhir ke korban Selasa tgl 18 ini ya Bang.Nanti penyidiknya hub pelapornya Bg.”ucapnya.(heri)
















