harianmetro.id | Satu anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Lebanon (UNIFIL), tewas kena serangan Israel.
Dalam pernyataannya, UNIFIL mengatakan salah satu pasukan penjaga perdamaian tewas usai terkena proyektil yang menghantam salah satu pos penjagaan pada Minggu (29/3) malam waktu setempat.
Menurut laporan tersebut, proyektil itu meledak di salah satu pos jaga dekat desa Adchit al Qusayr di Lebanon selatan.
“Seorang penjaga perdamaian tewas secara tragis tadi malam ketika sebuah proyektil meledak di posisi UNIFIL dekat Adchit al Qusayr,” demikian pernyataan UNIFIL.
Selain satu prajurit TNI yang tewas, seorang personel TNI lainnya juga mengalami luka kritis akibat ledakan proyektil tersebut.
“Kami tidak mengetahui asal proyektil tersebut. Kami telah meluncurkan penyelidikan untuk menentukan semua keadaan,” demikian pernyataan UNIFIL, dikutip Reuters.
“Tidak seorang pun boleh kehilangan nyawa dalam melayani tujuan perdamaian,” lanjut pernyataan tersebut.
Ledakan proyektil yang menewaskan TNI di UNIFIL juga terjadi saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk memperluas invasi daratnya di Lebanon pekan ini.
Perintah Netanyahu datang saat pasukan Israel telah menyerbu masuk di beberapa wilayah Lebanon selatan menuju Sungai Litani, untuk mengusir milisi Hizbullah.
“Saya baru saja menginstruksikan untuk memperluas zona penyangga keamanan yang ada. Kami bertekad untuk secara fundamental mengubah situasi di utara Israel,” kata Netanyahu dalam pernyataan video, seperti dikutip Al Jazeera.






















