METRO,JAKARTA | Pakar forensik digital, Rismon Hasiholan Sianipar menyampaikan permintaan maaf kepada mantan Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi beserta keluarganya terkait tudingan ijazah S-1 palsu yang sebelumnya ia sampaikan.
Permintaan maaf tersebut disampaikan Rismon melalui video klarifikasi yang diunggah di kanal Balige Academy pada Rabu (11/3/2026).
Dalam pernyataannya, Rismon mengakui terdapat kekeliruan dalam penelitian yang ia lakukan terkait keaslian ijazah Jokowi.
Ia menjelaskan bahwa kesalahan tersebut terjadi karena data yang digunakan dalam analisis sebelumnya tidak lengkap.
“Ada koreksi-koreksi akibat data yang tidak lengkap, akibat rotasi atau translasi, maupun resolusi pada data yang saya uji,” ujar Rismon dalam video klarifikasinya.
Rismon mengatakan sebagai peneliti dirinya memiliki tanggung jawab terhadap kebenaran ilmiah.
Karena itu, ia merasa perlu menyampaikan koreksi serta pengakuan kesalahan secara terbuka.
“Kekeliruan tersebut sebagai peneliti harusnya secara terbuka, secara ikhlas, dan secara objektif harus saya nyatakan di sini,” katanya.
Ia juga mengakui bahwa hasil penelitian yang sebelumnya dipublikasikan telah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
Bahkan menurutnya, hal tersebut juga melukai pihak keluarga Jokowi.
“Melukai keluarga Pak Jokowi dan Pak Jokowi sendiri. Saya sebagai peneliti menyatakan minta maaf secara gentleman kepada keluarga Bapak Jokowi,” ucapnya.
Setelah melakukan kajian ulang terhadap hasil penelitiannya, Rismon mengaku tidak lagi menemukan keraguan terkait keaslian ijazah Jokowi yang sempat beredar di publik.
Dalam kasus ini, Rismon sebelumnya juga turut menyusun buku bertajuk Jokowi’s White Paper yang memuat hasil penelitian bersama sejumlah pihak, termasuk pakar telematika Roy Suryo dan dokter Tifauzia Tyassuma. (hm)






















