• Home
  • Indeks
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Rabu, 15 Juli 2026
  • Login
HarianMetro.id
  • Home
  • Headline
  • News
  • Dunia
  • Nasional
  • Sumut
  • Medan
  • Metro
  • Bisnis
  • Edukasi
  • Hukum
  • Iklan Baris
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Dprd medan
  • Wakil Rakyat
  • Ragam
  • Sosial
  • Teknologi
  • TNI/Polri
  • Video
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Home
  • Headline
  • News
  • Dunia
  • Nasional
  • Sumut
  • Medan
  • Metro
  • Bisnis
  • Edukasi
  • Hukum
  • Iklan Baris
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Dprd medan
  • Wakil Rakyat
  • Ragam
  • Sosial
  • Teknologi
  • TNI/Polri
  • Video
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
Harian Metro
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Home
  • Headline
  • News
  • Dunia
  • Nasional
  • Sumut
  • Medan
  • Metro
  • Bisnis
  • Edukasi
  • Hukum
  • Iklan Baris
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Dprd medan
  • Wakil Rakyat
  • Ragam
  • Sosial
  • Teknologi
  • TNI/Polri
  • Video

BUKAN MESSI, TAPI WASIT!

redaksi2
8 Juli 2026
/ Headline, Olahraga
Ilustrasi

Ilustrasi

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WA

MEDAN – Sorak-sorai gemuruh di tribun pendukung Argentina memang menggema di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta.

Namun di balik euforia comeback dramatis 3-2 itu, tersimpan pertanyaan mengerikan yang mengancam kredibilitas Piala Dunia 2026.

BACA JUGA

Bukan Cuma Rapat & Tanda Tangan! Gubsu Bobby Nasution Ungkap Borok Komite Sekolah, Minta Kadisdik Awasi Ketat!

Messi dan Bellingham di Tengah Sejarah Rivalitas

Apakah Mesir benar-benar kalah oleh sepak bola, atau kalah oleh peluit wasit Prancis, Francois Letexier?

Jika ditelusuri bingkai demi bingkai, laga panas babak 16 besar ini bukanlah milik Lionel Messi atau Enzo Fernandez.

Malam itu, wasit berusia 37 tahun yang masuk dalam jajaran wasit elite Eropa itu justru menjadi aktor utama yang secara sistematis menggiring kemenangan ke pangkuan Albiceleste, sekaligus merobek mimpi indah Mesir secara keji.

Saat Mesir unggul 1-0 lewat gol Yasser Ibrahim pada menit ke-15 dan mulai menguasai ritme, Mostafa Ziko kembali mencetak gol pada menit ke-58 yang seharusnya menggandakan kedudukan. Namun, Letexier justru mengaktifkan VAR dan memilih menganulir gol tersebut.

Apa alasannya? Wasit menilai Marwan Attia melakukan pelanggaran terhadap Lisandro Martinez di awal serangan nyaris 100 yard dari gawang! Padahal, serangan tersebut sudah berlangsung lebih dari 30 detik sebelum bola masuk.

Bagi pengamat netral, keputusan ini absurd. Mantan wasit Premier League, Graham Scott, dengan tegas menyatakan keputusan menganulir gol Mesir itu tidak benar.

Kontak tersebut adalah kontak normal dan seharusnya dianggap demikian, bukan sebagai pelanggaran. Ini intervensi yang mencengangkan dan pelanggaran besar terhadap peran VAR.

Insiden ini menjadi awal petaka yang mematikan momentum kemenangan Mesir dan justru memberi “napas buatan” bagi Argentina yang saat itu terkapar.

Namun, puncak “pembantaian” terjadi di 10 menit akhir. Saat skor 2-2 dan Argentina mulai goyah diterjang serangan balik Firaun, dua insiden kontroversial terjadi secara berturut-turut di kotak terlarang Argentina:

1. Hamdy Fathy dijatuhkan dengan kontak fisik jelas dari Alexis Mac Allister di dalam kotak penalti.
2. Megabintang Mohamed Salah juga diganggu secara ilegal oleh Julian Alvarez di area yang sama, beberapa saat sebelum gol kemenangan Argentina.

Dua pelanggaran itu terjadi dalam selang waktu singkat. Keduanya jelas, terlihat, dan layak penalti. Namun, Letexier dan tim VAR bertindak seperti “tuli dan buta”.

Baca Juga : Argentina Bangkit Dari 0-2, Tekuk Mesir 3-2 Di Piala Dunia 2026

Tak ada peluit, tak ada pengecekan ulang. Wasit itu dengan sengaja mematikan harapan terakhir Mesir untuk kembali unggul, seolah ada “tangan tak terlihat” yang menjaga Argentina tetap bertahan di turnamen.

Bahkan, kartu kuning diberikan kepada staf pelatih Mesir dan pelatih Hossam Hassan yang memprotes keputusan tersebut. Ironisnya, hingga akhir laga, Mesir menerima lima kartu kuning sementara Argentina nol.

Ironi paling tragis terjadi beberapa detik setelah dua pelanggaran itu diabaikan. Bola justru bergulir cepat ke sisi lapangan Argentina, dan tanpa hambatan, Enzo Fernandez melesakkan gol kemenangan pada menit ke-90+2. Skor berubah 3-2 untuk Argentina.

Mesir tidak kalah di lapangan mereka dihancurkan oleh peluit yang sengaja dibiarkan diam. VAR yang begitu “rajin” menelusuri pelanggaran 100 yard dari gawang untuk menganulir gol Mesir, tiba-tiba menjadi “malas” ketika Mesir membutuhkan penalti di menit-menit krusial.

Usai pertandingan, kemarahan Mesir meledak bak gunung api. Pelatih Hossam Hassan dengan berani melontarkan tuduhan adanya “faktor eksternal” yang melindungi Messi dan Argentina:

“Mungkin mereka ingin juara bertahan tetap berada di kompetisi. Mungkin mereka ingin Lionel Messi terus bermain. Dalam sepak bola terkadang ada faktor-faktor di luar aspek teknis. Juara bertahan mendapatkan dukungan di semua level.”

Dengan penuh kepedihan, Hassan bahkan menyatakan ia tidak akan pernah menonton Piala Dunia lagi karena tidak ada keadilan dalam kompetisi ini.

Bahkan, pemain Mesir Mostafa Ziko dengan lantang berteriak bahwa turnamen ini “diatur” untuk sang juara bertahan: “Piala ini diarahkan untuk Argentina.”

Asosiasi Sepak Bola Mesir tak tinggal diam. Ketua Hani Abu Rida telah melayangkan komplain resmi penuh bukti video ke FIFA, menuntut investigasi terhadap wasit dan tim VAR atas apa yang disebutnya sebagai “kejahatan diskriminasi” terhadap tim nasional Mesir. Mereka bahkan menuntut agar Letexier dan timnya dikeluarkan dari sisa turnamen.

Skor 3-2 memang tertulis di papan skor, tetapi keadilan telah terkubur dalam-dalam. Malam itu, Argentina tidak menang oleh kualitas atau strategi; mereka menang karena kepemimpinan wasit yang cacat dan tendensius.

Legenda Inggris Alan Shearer bahkan mengecam di media sosial: “Harusnya kedua tim diperlakukan sama, atau tidak sama sekali.”

Mesir pulang dengan kepala tegak, mengetahui bahwa mereka bukanlah pecundang sejati. Mereka adalah korban dari salah satu skandal kepemimpinan wasit paling kontroversial dalam sejarah Piala Dunia.

FIFA kini berada di persimpangan jalan. Jika protes Mesir diabaikan, maka selamanya turnamen ini akan dikenang bukan karena sepak bola indah, melainkan sebagai ajang panggung sandiwara yang melindungi kekuasaan sepak bola global. (red) 

“Mesir bukan kalah dari Argentina, tapi kalah dari wasit.”

Tags: #ArgentinaVsMesir#EnzoFernandez#FrancoisLetexier#kitamedandotcom#KontroversiWasit#MesirDirampok#Messi#PialaDunia2026#SepakBolaDunia#SkandalWasit#VAR
SendShare320Tweet200Send

BeritaTerkait

Gubernur Sumut, Bobby Nasution. (Ist)

Bukan Cuma Rapat & Tanda Tangan! Gubsu Bobby Nasution Ungkap Borok Komite Sekolah, Minta Kadisdik Awasi Ketat!

13 Juli 2026
1.1k
Ilustrasi

Messi dan Bellingham di Tengah Sejarah Rivalitas

13 Juli 2026
1.1k
Ilustrasi

Tuntaskan Dendam atau Lanjut Dominasi? Spanyol dan Prancis Berebut Tiket Final

13 Juli 2026
1.1k
Rico Waas hadir dalam penutupan kejuaraan cabang olahraga Padel. (Kominfo Medan Dok)

70 Atlet Padel Berebut Juara, Wali Kota Rico Waas: “Ini Energi Baru Bangun Kota!”

13 Juli 2026
1.1k
Kapolda Sumut Pimpin Sertijab 24 Pejabat Utama dan Kapolres

Kapolda Sumut Pimpin Sertijab 24 Pejabat Utama dan Kapolres

13 Juli 2026
1.1k
Ilustrasi

Empat Raksasa Tersisa, Siapa Paling Dekat ke Trofi Dunia?

13 Juli 2026
1.1k
Ilustrasi

Dari Kejutan Menjadi Ancaman, Tim Asal Afrika Naik Kelas di Piala Dunia 2026

13 Juli 2026
1.1k
Kakortas Tipikor Polri Irjen Totok Suharyanto (baju putih) paparkan kasus korupsi kelas kakap libatkan Jampidsus Febri Adriansyah. (Detik)

Mega Skandal Tiga Kasus: Don Ritto Ditahan, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Terancam Hukuman Mati!

12 Juli 2026
1.1k
Febrie Ardiansyah. (Detik)

Skandal 74 Kg Emas di Sentul: Jampidsus Febrie Adriansyah Lengser, Burhanuddin Tancap Gas Transparansi!

12 Juli 2026
1.1k
Wasbang, Lailatul Badri Sampaikan Hak dan Kewajiban Warga Negara

Wasbang, Lailatul Badri Sampaikan Hak dan Kewajiban Warga Negara

12 Juli 2026
1.1k
Selanjutnya
Plt. Bupati Tiorita Surbakti Perjuangkan Percepatan Bantuan Korban Banjir Langkat

Plt. Bupati Tiorita Surbakti Perjuangkan Percepatan Bantuan Korban Banjir Langkat

Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.

TERKINI

Plt. Bupati Langkat Tiorita Tegaskan Pemanfaatan TKD Untuk Percepat Pemulihan Langkat
Metro

Plt. Bupati Langkat Tiorita Tegaskan Pemanfaatan TKD Untuk Percepat Pemulihan Langkat

14 Juli 2026
1.1k

Baca
Kapolsek Tigabinanga Ajak Siswa Baru Bangun Karakter dan Jauhi Pergaulan Negatif Saat MPLS

Kapolsek Tigabinanga Ajak Siswa Baru Bangun Karakter dan Jauhi Pergaulan Negatif Saat MPLS

14 Juli 2026
1.2k
Poldasu dan Kejatisu Diminta Audit Proyek Revitalisasi SDN 050750 Pangkalan Brandan Senilai Rp 1,6 Milyar

Poldasu dan Kejatisu Diminta Audit Proyek Revitalisasi SDN 050750 Pangkalan Brandan Senilai Rp 1,6 Milyar

14 Juli 2026
1.2k
Pungli Berkedok Perbaikan Jalan Resahkan  Pengguna Jalan

Pungli Berkedok Perbaikan Jalan Resahkan  Pengguna Jalan

14 Juli 2026
1.2k
Mobil layanan SIM Keliling di arena Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke 50, di Jalan Gatot Subroto, Medan.

Ada Layanan Mobil SIM Keliling di PRSU

13 Juli 2026
1.1k
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution melantik sejumlah Pejabat Tinggi Pratama pada lingkungan Pemerintah Provinsi Sumut di Aula Raja Inal Siregar Lantai 2 Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Kota Medan, Senin (13/7/2026). Foto/Diskominfo Sumut

Bobby Nasution Lantik 8 Pejabat Eselon II

13 Juli 2026
1.1k
Atlet Mixed Martial Arts (MMA) Indonesia, Jeka Saragih

Dari Arena UFC ke Kampung Halaman, Jeka Saragih Bina Atlet Muda Lewat PSSC

13 Juli 2026
1.1k
Ilustrasi

Kena Hipnotis di Angkot, Uang Setoran Rp9 Juta Raib dalam Sekejap! Nasib Petugas PUD Medan Memprihatinkan

13 Juli 2026
1.1k
Bobby Nasution menyapa siswa di SMU Negeri 1 Binjai. (Kominfo Sumut Dok)

Bobby Nasution Buka MPLS 2026 Se-Sumut: Larang Kekerasan, Siswa Dihimbau Hormati Guru dan Orang Tua

13 Juli 2026
1.1k
Pemkab beserta DPRD Madina menggalang donasi untuk pengobatan anak mengidap kanker mata yang dirawat di RS M Jamil Padang. 

Pemkab dan DPRD Madina Galang Donasi Pengobatan Anak Idap Kanker Mata

13 Juli 2026
1.1k
HarianMetro.id

© 2000 harianMETRO.ID - Tak Ada Yang Terlewatkan!.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Tentang kami
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
  • Disclaimer
  • Dprd medan
  • Teknologi
  • Video
  • Wakil Rakyat

Follow Us

Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Home
  • Headline
  • News
  • Dunia
  • Nasional
  • Sumut
  • Medan
  • Metro
  • Bisnis
  • Edukasi
  • Hukum
  • Iklan Baris
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Dprd medan
  • Wakil Rakyat
  • Ragam
  • Sosial
  • Teknologi
  • TNI/Polri
  • Video

© 2000 harianMETRO.ID - Tak Ada Yang Terlewatkan!.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

.