METRO,LANGKAT | Puluhan tokoh pemuda Kecamatan Binjai berunjukrasa tepatnya di depan kantor Pabrik Tebu Kwala Madura Kabupaten Langkat Sumatera Utara ,Senin (19/5/2025) kemarin
Dalam aksinya .Mereka menuntut agar manager pabrik tebu Kwala Madu Rayon A agar di copot.pasalnya manager diduga telah memfitnah masyarakat sebagai mengarit lahan perkebunan tebu di wilayah perkebunan tebu Kwala Madu.padahal menurut keterangan masyarakat bahwa mereka mengarit rumput /lalang sebagai makanan ternak
Menurut keterangan Hamdani masyarakat Kecamatan Binjai kepada wartawan Selasa (20/5/2025) kemarin ,bahwa Manager Rayon A Kwala Madu telah menuding warga telah merusak tanaman perkebunan tebu ,padahal bukti perusakan lahan tanaman tebu tidak terbukti sama sekali.
Hamdani juga menjelaskan ,di pada tanggal 10 Mei 2025 sekitar pukul 11:14 wib ,ia menjelaskan
” Kami warga (peternak) lagi ngarit di pinggiran parit dan pada saat itu jalan keadaan kosong dan tidak ada tebu yang di arit,
Akan tetapi ketika itu kami di datangi Managar tebu dan sempat mau di bawa ke Polsek ,padahal sudah di cek sama beliau bahwasannya tidak ada apa-apa ,dan sementara di dalam angkutan becak yang ada hanya cuma rumput-rumput liar buat pakan ternak kambing,
Nah.. Kami sebagai rakyat kecil yang mencari rumput untuk ternak kambing dan kami bukan pencuri, tapi di intimidasi dan mengintrogasi seperti pencuri. ” Ujar Hamdani ,
Terpisah, di dalam aksi unjuk rasa di depan kantor kebun Kwala Madu Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat .Dikky sebagai kordinator aksi kepada wartawan menjelaskan
“Kami menggelar aksi di mana warga tidak pernah menganggu tanaman tebu. Kantor MKSO PT SGN Kebun Kwala Madu dan berharap kepada pihak kebut agar fokus saja mengurus tebu yang stunting. Hanya subur di pinggirnya aja, tebu dan rumput sama tingginya,” cetus Dikky Wahyudi saat diwawancarai wartawan, Selasa (20/5/2025) sore di Kecamatan Stabat
Lanjut Dikky, ” Masyarakat hanya meminta agar diberikan akses untuk mengarit, dan mencopot manager.
“Cuma itu saja, bertahun – tahun masyarakat mengarit, namun baru inilah masyarakat ditakut-takuti, karena managernya terlalu arogan terhadap masyarakat,” kata Dikky.
Masa aksi merasa kecewa dikarenakan Pimpinan PT.SGN Kwala Madu tidak hadir dengan beralasan rapat di luar daerah dan tidak bisa memberikan keputusan dan menandatangani nota kesepakatan masyarakat dengan pihak terkait.
Dikky selaku tokoh pemuda di Kecamatan Binjai juga mempertanyakan dana perawatan PT.SGN Kwala Madu yang mana pada hari ini ,Masyarakat melihat jika tanaman tebu yang subur hanya pinggirnya saja.
Tidak hanya itu,Pabrik SGN Kwala Madu tidak pernah memberikan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada masyarakat yang merupakan tanggung jawab social perusahaan.” Sebut Dikky.
Setelah tokoh pemuda Kecamatan Binjai bersama Massanya lakukan orasi di depan kantor Pabrik Tebu Kwala Madu,kemudian mereka membubarkan diri dan akan membawa masa lebih banyak lagi apabila tuntutannya tidak ditanggapi.
(Diwa)



















