JAKARTA– Memotong hewan kurban dan kemudian membagikannya untuk masyarakat pada perayaan Hari Idul Adha adalah tradisi keagamaan yang tiap tahunnya turut dijalankan oleh
PT PGN Group pada perayaan Idul Adha 1446 H sembelih total 955 ekor hewan kurban, terdiri dari 121 ekor sapi dan 834 ekor kambing itu untuk dibagikan kepada masyarakat.
Penyembelihan hewan kurban itu adalah tradisi keagamaan yang tiap tahunnya dilaksanakan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN)
Sekretaris Perusahaan PGN Fajriyah Usman mengatakan,
PGN rutin menyalurkan hewan kurban saat Iduladha kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai wujud komitmen sosial perusahaan dan masyarakat.
” Hewan kurban disalurkan kepada penerima manfaat di berbagai wilayah sekitar operasi PGN Group, baik eksisting maupun wilayah yang tengah dilakukan pengembangan infrastruktur gas bumi,” ujar Fajriyah dalam keterangan tertulis dilansir, Senin (9/6/2025).
Pelaksanaan kurban PGN dikelola oleh divisi Corporate Social Responsibility (CSR) dengan melibatkan sinergi bersama Anak Perusahaan dan Afiliasi.
PGN bekerjasama dengan pihak ketiga untuk penyembelihan dan penyaluran hewan kurban dengan memperhatikan ketentuan dari Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Pelaksanaan kurban di PGN Grup juga menyesuaikan kondisi lapangan di masing-masing wilayah.
“Kami memastikan penyaluran hewan purban dilakukan dengan aman. Selain itu, kami juga memastikan kelayakan dan kesehatan daging kurban secara detail sebelum dikonsumsi oleh penerima manfaat,” ujar Fajriyah.
Bagi sebagian masyarakat, mungkin tidak dapat mengonsumsi daging setiap saat.
Diharapkan, pembagian daging kurban PGN Grup menghadirkan kebahagiaan dan menjadi berkah untuk semua.
Pembagian daging kurban tidak hanya menyasar masyarakat di sekitar operasional PGN Group, tetapi juga untuk driver, OB, cleaning service, security, dan mitra kerja.
Dikatakannya, PGN sebagai Subholding Gas Pertamina memastikan bahwa semangat berkurban dapat dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat.
Momentum Iduladha merupakan wujud semangat kebersamaan, empati dan kepedulian dengan sesama, tidak hanya amalan spiritual.
“Semoga ikatan sosial antara PGN dengan masyarakat semakin harmonis,” pungkas Fajriyah. ( swisma)













