METRO,MEDAN | Tingginya disparitas harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan non-subsidi memicu spekulan. Badan Pelaksana Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mensinyalir, banyak pengusaha stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sengaja menjual BBM bersubsidi, terutama jenis solar kepada industri.
Salah satunya adalah SPBU No.14.201.109 yang beralamat di Jalan Jamin Ginting, Kel. Kuwala Bekala simpang Pos, Kecamatan Medan Johor.
Mirisnya, selain menjual Solar ke Industri dengan murah, pihak SPBU tersebut juga menyediakan sebuah mobil warna kuning yang sudah dimodifikasi khusus untuk mengantar pesanan Solar ke Industri yang ada di kota Medan.
Menurut keterangan warga yang sehari-harinya bekerja sebagai penarik Betor di lokasi SPBU tersebut mengatakan, jika pihak SPBU No. 14.201.109 hampir setiap malam menjual Solar ke Industri dengan sebuah mobil yang sudah dimodifikasi.
“Abang lihat aja bus warna kuning itu yang terparkir itu, itu di dalamnya sudah ada boks untuk mengisi Solar yang akan diantarkan ke pabrik-pabrik di sekitar Namorambe,” ujar sumber, Rabu (1/9/2021).
Sebelumnya, seorang pria yang diketahui bernama, Alpin Ginting yang mengaku sebagai Humas di SPBU NO. 14.201.109 Jalan Jamin Ginting, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor mengatakan, jika pihaknya benar menjual Solar kepada pihak Industri.
““Silahkan aja laporkan, kami tidak takut. Kamu kan sudah lihat sendiri. Mobil itu yang punya orang Polda,” ucapnya.
Pantauan harianmetro.id, sebelumnya, Rabu (1/9/2021) malam, terlihat pegawai (operator) SPBU NO. 14 201 109 tanpa ada rasa takut dan bersalah melakukan penjualan BBM bersubsidi jenis Solar kepada sebuah mobil Gran Max warna putih BK 9168 HS, yang di dalam mobil tersebut sudah disediakan sebuah drum besar.
Disebut-sebut jika mobil tersebut milik seorang oknum perwira polisi yang bertugas di Polda Sumut. (HM)

















