METRO,MEDAN | Kepengurusan Shri Mariamman Kuil selama kurang lebih 40 tahun membuat masyarakat Hindu Kota Medan, Sumatera Utara, Aliansi Hindu Bersatu, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda Hindu bertanya-tanya.
Apakah pengurus Shri Mariamman Kuil mau mendirikan dinasti?
“Jangan kalian buat Dinasti di Shri Mariamman Kuil. Miliaran aset di Shri Mariamman Kuil ini yang kalian sembunyikan dari Umat,” teriak massa.
Selain tidak memperbolehkan masyarakat untuk menghadiri acara musyawarah Luar Biasa, pihak Pengurus Shri Mariamman Kuil juga seolah tidak menghargai keberadaan majelis Hindu tertinggi seperti PHDI Sumut maupun PHDI Kota Medan.
“Jangankan kami, majelis tertinggi Umat Hindu (PHDI) saja tidak mereka hargai. Kami hanya mau pemilihan pengurus di Shri Mariamman Kuil ini dilaksanakan secara terbuka dan diganti. Ada apa sama kalian yang tidak mau melibatkan kami (masyarakat) dalam Musyawarah Luar Biasa ini,” sorak massa.
Pasalnya, kegiatan musyawarah Luar Biasa tersebut dilaksanakan hanya dilakukan orang-orang yang memiliki kepentingan sendiri di Shri Mariamman Kuil.
“Hentikan segera kegiatan musyawarah luar biasa itu, itu kegiatan ilegal, Shri Mariamman Kuil ini milik Umat Bukan Milik kalian pribadi,” teriak warga.
Kekecewaan warga pun memuncak saat kedatangan aparat penegak hukum yang melarang massa untuk masuk ke dalam untuk mengikuti acara musyawarah luar biasa tersebut.
“Ada apa sama kalian (polisi), kenapa kalian seolah-olah melarang kami masuk, kami hanya mau masuk ikut ke dalam secara damai dan tertib, bukan mau membuat kericuhan,” ucap seorang aksi.
“Kami bersumpah, jika ada diantara kalian (polisi) yang menerima uang dari (Shri Mariamman Kuil) kami tidak ikhlas, karena itu uang Umat, itu uang Tuhan kami, kami tidak rela uang Umat kalian makan,” sumpah massa.
Pantauwan di lapangan, aksi yang dilakukan massa untuk menuntut keadilan dan transparan dalam pembentukan kepengurusan Shri Mariamman Kuil ini langsung mendapat perhatian masyarakat kota Medan yang melintas di lokasi. (Hm)












