LANGKAT — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sumatera Utara (UINSU) Kelompok 15 menggelar edukasi pencegahan stunting bagi masyarakat Desa Sei Bamban, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Puskesmas Sei Bamban tersebut diikuti lebih dari 30 peserta yang terdiri dari ibu hamil, ibu yang memiliki balita, serta perempuan yang belum memiliki momongan.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini.
Edukasi diberikan dengan menekankan bahwa pencegahan stunting tidak hanya dilakukan ketika anak sudah mengalami masalah pertumbuhan, tetapi perlu dipersiapkan sejak sebelum kehamilan, masa kehamilan, hingga periode pertumbuhan anak.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai pengertian stunting, faktor-faktor yang dapat menyebabkan stunting, langkah-langkah pencegahan, serta pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi bagi ibu dan anak.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya memperhatikan asupan makanan dan gizi anak sebagai bagian dari upaya menciptakan tumbuh kembang yang optimal.
Selain membahas stunting secara umum, edukasi turut menyoroti pentingnya pemberian makanan pendamping air susu ibu (MPASI) yang bergizi dengan memanfaatkan bahan makanan yang mudah diperoleh dan terjangkau oleh masyarakat.
Hal tersebut diharapkan dapat membantu keluarga menerapkan pola pemenuhan gizi yang lebih baik tanpa harus bergantung pada bahan makanan yang mahal.
Materi dalam kegiatan disampaikan oleh Duma Yanti Batubara, Duta Genre Kabupaten Langkat sekaligus Ketua Umum Pengurus Cabang Forum Genre Indonesia Kabupaten Langkat.
Kehadiran pemateri dari kalangan Duta Genre turut memberikan perspektif kepada peserta mengenai pentingnya mempersiapkan kesehatan dan kualitas generasi sejak dini.

Kegiatan berlangsung dengan baik dan mendapat respons positif dari masyarakat. Peserta mengikuti pemaparan materi dengan antusias serta menunjukkan ketertarikan terhadap informasi mengenai pemenuhan gizi, pencegahan stunting, dan pola pengasuhan yang mendukung tumbuh kembang anak.
Bagi KKN UINSU Kelompok 15, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda penyuluhan, tetapi juga merupakan bagian dari upaya mendorong masyarakat agar memiliki kesadaran dan pengetahuan yang lebih baik dalam menjaga kesehatan keluarga.
Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan gizi ibu dan anak.
Kegiatan edukasi ini juga sejalan dengan tema besar KKN UINSU 2026, yaitu “UINSU Berdampak: Penguatan Desa MESRA (Desa, Moderasi, Ekoteologi, dan Sejahtera) untuk Pengentasan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting.”
Melalui edukasi mengenai gizi dan pencegahan stunting, mahasiswa turut mengambil peran dalam mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera.Aspek Sejahtera dalam Desa MESRA menjadi salah satu landasan kegiatan ini, dengan mendorong peningkatan pengetahuan masyarakat sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
Pemahaman mengenai gizi yang baik diharapkan dapat membantu keluarga mengambil keputusan yang lebih tepat dalam memenuhi kebutuhan nutrisi ibu dan anak.
Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh anggota KKN UINSU Kelompok 15 di bawah koordinasi Ketua KKN Althaf Rifqi Alfarabi dan dalam bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. H. Farhan Indra, MA.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Puskesmas Sei Bamban, pemateri, ketua panitia, serta para peserta dari masyarakat.Melalui kegiatan ini, KKN UINSU Kelompok 15 berharap edukasi yang diberikan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pencegahan stunting sekaligus mendorong keluarga untuk mulai memperhatikan pemenuhan gizi sejak dini.
Upaya tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam menciptakan generasi yang sehat, tumbuh optimal, dan memiliki kualitas kehidupan yang lebih baik. (Red)














