METRO MEDAN | Camat Medan Helvetia Junedi Lumbang Gaol Perkuat Budaya Gotong Royong untuk mengatasi Sampah,
Penanganan kebersihan merupakan salah satu program prioritas Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama wakil walikota Medan Zakiyuddin Harahap Hasibuan Guna mendukung penanganan kebersihan yang dilakukan, orang nomor satu di Kecamatan Medan Helvetia ini menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwal) No.18/2021 tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan Pengelolaan Persampahan Kepada Kecamatan. Hal ini dilakukan agar penanganan sampah yang dilakukan dapat lebih efektif kedepan.
Melalui Perwal ini, Camat Medan Helvetia Junedi terus memacu jajaran di kelurahan – kelurahan dan juga ke pada para Kepling yang ada di Kecamatan Medan Helvetia ini untuk terus meningkatkan pelayanan kebersihan yang ada di wilayah masing-masing. Junaidi menginstruksikan kepada seluruh Lurah – Lurah serta Kepala Lingkungan kepala lingkungan untuk menjadikan wilayahnya bersih dari sampah dengan harus masif melaksanakan gotong royong tersebut.
Salah satu Kecamatan yang kini rutin melaksanakan gotong royong untuk membersihkan sampah, termasuk di sungai maupun saluran drainase yakni Kecamatan Medan Helvetia. Setiap harinya, jajaran Kecamatan Medan Helvetia, khususnya Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU) dibantu dengan petugas kebersihan serta masyarakat kerap melakukan penyisiran sampah di seluruh wilayah mulai pagi hingga malam hari.
“Melalui peningkatan kebersihan di seluruh wilayah kecamatan Medan Helvetia ini kita harapkan dapat mengatasi persoalan sampah. Artinya, masing-masing Kepling terutama sekali di Kelurahan harus lebih peduli akan kebersihan wilayah masing-masing. Alhamdulillah, wilayah kecamatan, Kelurahan begitu juga Kepling semakin rutin melaksanakan gotong royong dan masyarakat juga mulai sadar untuk ikut serta menjaga kebersihan di lingkungan tempat tinggalnya,” kata Junedi saat dilokasi TPS Sumarsono. Selasa (22 /7/2025)
Masi Junedi, bahkan dalam waktu dekat ini Kami akan rubah Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) Kita akan jadi menjadi hijau Asri dan akan kita tanam bunga – bunga tanaman obat (Tobat) agar indah sejuk dipandang mata pada saat orang yang ingin melintas di depan Tempat Pembuangan Sampah Sementara nyaman dan indah dipandang mata.
Dengan menurunkan beberapa truk pengangkut sampah kecamatan Medan Helvetia kota Medan, Kami juga akan merehab bangunan Tempat Pembuangan Sampah Sementara karena sudah banyak yang rusak dan lapuk dengan melibatkan para petugas kebersihan dan juga petugas prasarana kecamatan Medan Helvetia Kota Medan di jalan : Sumarsono Medan Helvetia Kota Medan Saat ini Kita akan jadi kan tempat pembuangan sampah sementara menjadi asri dan akan kita tanam bunga agar indah sejuk dipandang mata pada setiap orang yang ingin melintas dilokasi Tempat Pembuangan Sampah Sementara nyaman, kita bersih – bersih Tempat Pembuangan Sampah Sementara dijalan Sumar Sono yang ada
di kelurahan Helvetia Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan, ” ucap Junedi
Atas upaya Junedi memperkuat budaya gotong royong di wilayah kecamatan Medan Helvetia dalam mengatasi permasalahan sampah di Medan Helvetia Kota Madya Medan dinilai sangat tepat oleh .Prof. Dr. dr. Syahrul Rauf,Sp.OG(K) (Bidang Ilmu Obstetri dan Ginekologi), Kini, wilayah kecamatan, Kelurahan rutin bergotong royong membersihkan wilayahnya dari sampah.
” Camat Medan Helvetia berhasil memperkuat budaya gotong royong untuk mengatasi sampah. Sebab, gotong royong merupakan salah satu budaya bangsa kita yang tidak dilakukan oleh bangsa lain. Dalam gotong royong ada nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian yang terbangun. Apalagi jika bersama dengan Pemerintah, kolaborasi kerja sama yang baik akan tercipta,” ungkap Prof.Raup
Oleh karenanya Prof Dr. Raup sangat mendukung langkah yang dilakukan Camat Medan Helvetia Junedi Lumbang Gaol dalam menangani sampah. Sebab, sampah merupakan masalah perkotaan. Dengan jumlah penduduk yang padat serta tingkat konsumsi masyarakat yang tinggi, jelasnya, tentu saja akan menghasilkan sampah. “Jadi harus dibantu oleh petugas untuk dapat memungutnya sampai di TPA,” imbuhnya.
Penanganan sampah yang dilakukan Junedi Lumbang Gaol dengan membudayakan kembali semangat bergotong royong di lingkungan masing-masing, kata Profesor Dr. Raup, bisa jadi sebagai role model dalam penanganan sampah berbasis pada kearifan lokal.
“Semangat bergotong royong haruslah semakin ditingkatkan jangan hanya sebatas kerja – kerja mingguan. Pihak kecamatan dan kelurahan harus mendesain pergelaran gotong royong atau Jumat bersih melahirkan partisipasi masyarakat untuk mau bergabung. Misalnya untuk diawal melaksanakan gotong – royong akbar dengan melibatkan warga masyarakat banyak dan terus dilanjutkan di masing -masing wilayah, ” harap, Dr. Raup.
( M. Parulian Simanjuntak)





















