METRO,MEDAN | Penangkapan dua terduga pengedar narkoba di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut, seolah menjadi teka teki awak media.
Pasalnya, terlihat ada kejanggalan dalam hasil penyelidikan yang dilakukan pihak BNNP Sumut terhadap barang bukti yang diamankan.
Dari keterangan sebelumnya yang didapat wartawan, penangkapan terduga bandar narkoba, Habibul Haddat dan Syukron di Kabupaten Asahan pada Rabu (6/7/2022) pagi, di Jalan Air Joman, Asahan tepatnya di Komplek Salsabila 2, diamankan barang bukti berkisar 50 kg lebih dari kedua tersangka.
Gak sampai disitu, keesokan hari, petugas BNNP Sumut kembali melakukan pengembangan terhadap kedua tersangka, di sebuah gudang di Kab. Asahan, di sana petugas kembali mendapati barang bukti sebanyak 40 Kg sabu.
Hingga total barang bukti yang diterima wartawan melalui narasumber berjumlah hampir 100 kilo sabu.

Namun, hal itu dibantah oleh pihak BNNP Sumut melalui Kapala Bidang Pemberantasan Kombes Pol. Sampana.
Kepada wartawan saat dikonfirmasi, Sampana mengatakan, bahwa hasil penangkapan pertama terhadap kedua tersangka tidak di dapati barang bukti.
Mirisnya, keesokan harinya, saat dilakukan pengembangan, di sanalah petugas baru mendapati barang bukti sebanyak Rp 40 kilo gram sabu.
“Jumlah yg ini pak, gak ikut yang di atas (tidak ada yang 55 kg sabu),” ucap Sampan melalui pesan WhatsApp.
Jelas, dari keterangan yang diberikan Kombes Pol Sampana terhadap wartawan, terlihat ada kejanggalan dalam menangani perkara kedua tersangka.
“Tidak mungkin mereka ditangkap kalau tidak ada barang bukti pertamanya. Setelah ada barang bukti itu, barulah dilakukan pengembangan,” ungkap Anto (40) warga Tanjung Balai kepada wartawan, Selasa (12/7/2022) sore.
Dari pantauwan wartawan di Kantor BNNP Sumut, Kamis (14/7/2022) siang, terlihat dua orang wanita yang diketahui salah satunya adalah istri dari terduga bandar narkoba, Habibul Haddat mendatangi Kantor BNNP Sumut.
Dengan membawa buntalan yang diduga berisikan pakaian dan makanan, kedua wanita ini pun dibawa oleh petugas ke dalam untuk menjenguk tersangka. (red)


























