METRO,SIMALUNGUN | Keberadaan Malianus Saragih, pria asal Dusun Amborokan, Desa Panei Raya, Kabupaten Simalungun, akhirnya diketahui. Pria uzur itu ditemukan setelah tiga bulan menghilang.
Namun nahas, saat ditemukan, Malianus sudah tidak bernyawa. Bahkan, jasad Malianus sudah menjadi kerangka.
Informasi diperoleh Harianmetro.id, kerangka Malianus tersebut pertama kali ditemukan salah seorang warga yang sedang mengikuti Haroan Tahunan di Perladangan Sunariun, Bah Takkolan, Dusun Amborokan, Desa Panei Raya, Kecamatan Raya Kahean, Sabtu (24/9/2022) siang.
Ketika ditemukan, pakaian kemeja warna hijau beserta tali pinggang masih menempel di kerangka Malianus. Temuan itu kemudian dilaporkan ke aparat desa.
Selanjutnya, personel Polsek Raya Kahean, TNI, dan warga setempat mengecek penemuan kerangka manusia tersebut.
Setelah dilakukan pengecekan, keluarga membenarkan jika kerangka tersebut merupakan Malianus. Hal itu diketahui keluarga dari pakaian yang dikenakan Malianus.
Keluarga mengungkapkan, Malianus mengidap penyakit pikun dan keberadaanya sudah tidak diketahui sejak 4 Juni 2022 silam.
Kapolsek Raya Kahean AKP Jaresman Sitinjak membenarkan jika Malianus Saragih ditemukan dalam kondisi sudah menjadi kerangka.
“Keluarga menganggap jika Malianus Saragih meninggal dalam keadaan wajar. Jadi, tidak dilakukan autopsi. Kerangka Malianus sudah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” jelas Jaresman.(zeg)















