• Home
  • Indeks
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Selasa, 14 Juli 2026
  • Login
HarianMetro.id
  • Home
  • Headline
  • News
  • Dunia
  • Nasional
  • Sumut
  • Medan
  • Metro
  • Bisnis
  • Edukasi
  • Hukum
  • Iklan Baris
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Dprd medan
  • Wakil Rakyat
  • Ragam
  • Sosial
  • Teknologi
  • TNI/Polri
  • Video
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Home
  • Headline
  • News
  • Dunia
  • Nasional
  • Sumut
  • Medan
  • Metro
  • Bisnis
  • Edukasi
  • Hukum
  • Iklan Baris
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Dprd medan
  • Wakil Rakyat
  • Ragam
  • Sosial
  • Teknologi
  • TNI/Polri
  • Video
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
Harian Metro
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Home
  • Headline
  • News
  • Dunia
  • Nasional
  • Sumut
  • Medan
  • Metro
  • Bisnis
  • Edukasi
  • Hukum
  • Iklan Baris
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Dprd medan
  • Wakil Rakyat
  • Ragam
  • Sosial
  • Teknologi
  • TNI/Polri
  • Video

Ketika AI Membanjiri Media Sosial, Siapa yang Masih Bisa Dipercaya?

redaksi2
11 Juli 2026
/ Edukasi
Foto/ilustrasi

Foto/ilustrasi

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WA

Oleh: Prawira Yudha

“Jangan langsung percaya, itu bisa saja AI.” Kalimat seperti ini semakin sering terdengar setiap kali sebuah video atau foto viral muncul di media sosial. Tidak sedikit pengguna yang kini berhenti sejenak sebelum menekan tombol share, karena apa yang tampak nyata belum tentu benar-benar terjadi.

BACA JUGA

Kontingen UINSU Medan Panen Medali Emas dan Platinum di Penutupan Seiba International Festival 2026

Ketika Algoritma Menjadi Penjaga Gerbang: Siapa Sebenarnya yang Mengendalikan Opini Publik?

Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) mengubah cara publik memproduksi dan mengonsumsi informasi. Hanya dengan beberapa perintah sederhana, seseorang dapat membuat gambar, video, suara, bahkan informasi yang terlihat meyakinkan. Teknologi yang awalnya dipromosikan sebagai alat untuk mempermudah pekerjaan kini juga melahirkan kegelisahan baru: ketika semua terlihat nyata, bagaimana cara membedakan fakta dari rekayasa?

Fenomena ini semakin terasa di Indonesia, di mana linimasa media sosial dipenuhi beragam konten hasil AI, mulai dari foto tokoh publik, video yang menggambarkan suatu peristiwa, hingga rekaman suara yang menyerupai figur terkenal. Sebagian memang dibuat untuk hiburan dan kreativitas. Namun, sebagian lainnya digunakan untuk membentuk opini, memperkuat dukungan terhadap kelompok tertentu, atau justru menjatuhkan pihak yang dianggap berseberangan.

Masalahnya, konten seperti itu sering kali menyebar jauh lebih cepat daripada klarifikasi. Ketika sebuah video telah ditonton jutaan kali dan memancing ribuan komentar, penjelasan resmi biasanya datang belakangan. Pada saat itulah persepsi publik mulai terbentuk, meskipun kebenaran belum sepenuhnya terungkap.

Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2026 menunjukkan bahwa penggunaan AI terus meningkat di Indonesia. Sekitar 18,2 persen pengguna internet telah memanfaatkan teknologi ini, dengan penggunaan terbesar pada pembuatan gambar dan video generatif yang kemudian banyak dibagikan melalui media sosial.

Di balik kemudahan itu, muncul persoalan yang jauh lebih besar. Media sosial kini bukan hanya menjadi tempat bertukar informasi, tetapi juga ruang tempat berbagai pihak berlomba memengaruhi cara publik memahami suatu peristiwa.

Setiap hari, pengguna disuguhi ribuan gambar, video, dan narasi yang saling bertentangan. Masing-masing hadir dengan klaim sebagai yang paling benar. Dalam situasi seperti ini, yang diperebutkan bukan lagi sekadar perhatian pengguna, melainkan kepercayaan mereka.

Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga, Prof. Henri Subiakto, menjelaskan bahwa media digital telah mengubah pusat produksi informasi. Jika dahulu arus informasi lebih banyak dikendalikan oleh institusi media, kini hampir setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk memproduksi dan menyebarkan pesan kepada jutaan pengguna.

Artinya, kehadiran AI membuat kekuatan itu berlipat ganda. Konten dapat diproduksi lebih cepat, lebih murah, dan jauh lebih sulit dibedakan dari kenyataan. Akibatnya, siapa pun yang mampu menguasai teknologi dan memahami cara kerja algoritma memiliki peluang lebih besar untuk membentuk opini publik.

Pakar komunikasi digital Universitas Indonesia, Firman Kurniawan, menilai tantangan terbesar saat ini bukan lagi banjir informasi, melainkan banjir informasi yang tampak meyakinkan. Menurutnya, setiap orang perlu memiliki kemampuan untuk mempertanyakan sumber informasi, memahami konteks, dan tidak mudah mempercayai setiap konten yang muncul di layar gawai.

Di sinilah media sosial berubah menjadi arena konflik simbolik. Pertarungan tidak lagi dilakukan melalui kekuatan fisik, tetapi melalui gambar, bahasa, video, dan berbagai simbol yang mampu memengaruhi cara orang berpikir.

AI telah menjadi alat yang sangat efektif dalam pertarungan tersebut, di mana ia mampu memungkinkan berbagai aktor—mulai dari kelompok politik, pelaku bisnis, komunitas, hingga influencer—membangun citra, memperkuat identitas kelompok, atau menggiring opini publik dengan cara yang jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Yang diperebutkan bukan hanya perhatian, tetapi juga hak untuk menentukan makna atas sebuah peristiwa.

Ironisnya, algoritma media sosial justru memperkuat kondisi itu. Konten yang memancing emosi, kemarahan, atau kekaguman biasanya memperoleh jangkauan lebih luas dibandingkan informasi yang tenang dan penuh penjelasan. Akibatnya, ruang digital perlahan berubah menjadi tempat berbagai narasi saling bertabrakan demi memenangkan perhatian publik.

Akhirnya, AI bukanlah pihak yang menentukan mana yang benar dan mana yang salah. Teknologi ini hanyalah alat. Namun, ketika alat tersebut digunakan untuk memproduksi simbol, membangun citra, dan memengaruhi cara publik melihat realitas, AI ikut menjadi bagian dari pertarungan kekuasaan dan ideologi yang berlangsung setiap hari di media sosial.

Di tengah derasnya arus konten yang semakin sulit dibedakan antara fakta dan rekayasa, satu pertanyaan sederhana kini menjadi semakin penting: ketika AI membanjiri media sosial, siapa yang masih bisa dipercaya?

 

Tags: AIBisa DipercayaMedia Sosial
SendShare320Tweet200Send

BeritaTerkait

Kontingen UINSU Medan Panen Medali Emas dan Platinum di Penutupan Seiba International Festival 2026

Kontingen UINSU Medan Panen Medali Emas dan Platinum di Penutupan Seiba International Festival 2026

12 Juli 2026
1.1k
Foto/Ilustrasi

Ketika Algoritma Menjadi Penjaga Gerbang: Siapa Sebenarnya yang Mengendalikan Opini Publik?

10 Juli 2026
1.1k
Penyerahan hadiah beasiswa kuliah kepada enam siswa pemenang Program Telkomsel Eduprenuer Youth (TEY) 2026 yang diumumkan pada Press Conference Closing Ceremony Program TEY di Graha Merah Putih Medan, Kamis (9/7/2026).

Siswa Asal Sumut dan Aceh Raih Beasiswa Kuliah dari Telkomsel

9 Juli 2026
1.1k
Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho

BSI Bukukan Laba Rp3,39 Triliun Tumbuh 16,73% Pada Mei 2026

9 Juli 2026
1.1k
Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara mencatatkan perjalanan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang medis di Tano Niha

Menorehkan Jejak Pengabdian FK USU di Tano Niha, Memangkas Pemahaman Lama

7 Juli 2026
1.1k
Yuk Daftar! USU Buka Seleksi Mahasiswa Mandiri Tahap II

Yuk Daftar! USU Buka Seleksi Mahasiswa Mandiri Tahap II

5 Juli 2026
1.1k
Bupati Madina H Saipullah Nasution sebagai Irup peringati Harlah Pancasila.

Ketua TP PKK Simalungun Ajak Perempuan Ambil Peran Lebih Besar dalam Pembangunan

2 Juli 2026
1.1k
GM PLN UID Sumut Ajak Mahasiswa UMSU Bangun Karier Berdampak untuk Masa Depan Bangsa   

GM PLN UID Sumut Ajak Mahasiswa UMSU Bangun Karier Berdampak untuk Masa Depan Bangsa  

21 Mei 2026
1.2k
HINDARI GADGET BAGI ANAK JIKA TIDAK INGIN MENGALAMI SEPERTI INI…!!

HINDARI GADGET BAGI ANAK JIKA TIDAK INGIN MENGALAMI SEPERTI INI…!!

20 April 2026
1.2k
Mau Tahu Bagian Wanita Yang Mudah Terangsang

Mau Tahu Bagian Wanita Yang Mudah Terangsang

19 April 2026
1.2k
Selanjutnya
Wali Kota Tebingtinggi, H. Iman Irdian Saragih meninjau dan menyalurkan bantuan beras premium tahap pertama bagi keluarga kurang mampu secara serentak di seluruh kelurahan, Jumat (10/7/2026). 

Pastikan Tepat Sasaran, Wali Kota Tebingtinggi Tinjau Penyaluran Bantuan Beras Tahap Pertama

Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.

TERKINI

Kapolsek Tigabinanga Ajak Siswa Baru Bangun Karakter dan Jauhi Pergaulan Negatif Saat MPLS
Metro

Kapolsek Tigabinanga Ajak Siswa Baru Bangun Karakter dan Jauhi Pergaulan Negatif Saat MPLS

14 Juli 2026
1.1k

Baca
Poldasu dan Kejatisu Diminta Audit Proyek Revitalisasi SDN 050750 Pangkalan Brandan Senilai Rp 1,6 Milyar

Poldasu dan Kejatisu Diminta Audit Proyek Revitalisasi SDN 050750 Pangkalan Brandan Senilai Rp 1,6 Milyar

14 Juli 2026
1.2k
Pungli Berkedok Perbaikan Jalan Resahkan  Pengguna Jalan

Pungli Berkedok Perbaikan Jalan Resahkan  Pengguna Jalan

14 Juli 2026
1.1k
Mobil layanan SIM Keliling di arena Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke 50, di Jalan Gatot Subroto, Medan.

Ada Layanan Mobil SIM Keliling di PRSU

13 Juli 2026
1.1k
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution melantik sejumlah Pejabat Tinggi Pratama pada lingkungan Pemerintah Provinsi Sumut di Aula Raja Inal Siregar Lantai 2 Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Kota Medan, Senin (13/7/2026). Foto/Diskominfo Sumut

Bobby Nasution Lantik 8 Pejabat Eselon II

13 Juli 2026
1.1k
Atlet Mixed Martial Arts (MMA) Indonesia, Jeka Saragih

Dari Arena UFC ke Kampung Halaman, Jeka Saragih Bina Atlet Muda Lewat PSSC

13 Juli 2026
1.1k
Pemkab beserta DPRD Madina menggalang donasi untuk pengobatan anak mengidap kanker mata yang dirawat di RS M Jamil Padang. 

Pemkab dan DPRD Madina Galang Donasi Pengobatan Anak Idap Kanker Mata

13 Juli 2026
1.1k
Pemko Medan Dukung Penuh Transisi Sekolah Rakyat Permanen

Pemko Medan Dukung Penuh Transisi Sekolah Rakyat Permanen

13 Juli 2026
1.1k
Gubernur Sumut Bobby Nasution

Penuhi Janji Kampanye, Gubsu Bobby Mulai Berkantor di Nias Pekan Ini

13 Juli 2026
1.1k
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution membuka Rapat Pimpinan Wilayah I Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Garda Pemuda Nasional Demokrat (GP Nasdem) Sumut, di Ballroom JW.Marriot Hotel Jalan Putri Hijau Nomor 10 Medan, Minggu (12/7/2026) malam. Foto/Medandaily.com

Gubernur Bobby Nasution Ajak Kader GP Nasdem Perkuat Nasionalisme dan Perangi Narkoba

13 Juli 2026
1.1k
HarianMetro.id

© 2000 harianMETRO.ID - Tak Ada Yang Terlewatkan!.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Tentang kami
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
  • Disclaimer
  • Dprd medan
  • Teknologi
  • Video
  • Wakil Rakyat

Follow Us

Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Home
  • Headline
  • News
  • Dunia
  • Nasional
  • Sumut
  • Medan
  • Metro
  • Bisnis
  • Edukasi
  • Hukum
  • Iklan Baris
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Dprd medan
  • Wakil Rakyat
  • Ragam
  • Sosial
  • Teknologi
  • TNI/Polri
  • Video

© 2000 harianMETRO.ID - Tak Ada Yang Terlewatkan!.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

.