METRO,MEDAN | Beberapa hari ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah mengantensikan beberapa kasus kriminal yang harus diberantas.
Selain kasus perjudian, Kapolri juga meminta kepada seluruh aparat penegak hukum di kepolisian untuk memberantas peredaran narkoba.
Namun sayangnya, atensi yang dikeluarkan Kapolri terkait peredaran narkoba tidak berjalan semestinya. Pasalnya, hingga saat ini peredaran narkoba di Sumatera Utara masih terus berkembang.
Salah satunya peredaran terbesar narkoba di Gang Pante Kampung Lalang, Kecamatan Sunggal. Hampir setiap rumah (Gang) perputaran narkoba setiap harinya begitu besar dan terkesan pembiaran.
Bahkan, seorang bandar narkoba yang berada di Gang Pante Kampung Lalang, berinisial OY tidak pernah sekalipun ditangkap oleh pihak kepolisian.
Diduga, untuk melancarkan bisnis haramnya itu, OY telah melakukan koordinasi kepada para petinggi yang Polri yang ada di Medan, Sumatera Utara. Mulai dari Polsek Hingga Polda, OY selalu keluar masuk kantor polisi untuk melakukan koordinasi.
Padahal, jarak dari Polsek Sunggal dengan kampung narkoba Gang Pante Kampung Lalang hanya berjarak kurang lebih 1 kilo meter saja. Namun, tetap saja peredaran narkoba di Gang Pante seolah sudah menjadi rutinitas atau kebutuhan bagi kalangan pemakai.
Bahkan, di Gang Pante Kampung Lalang, pengedar di sana juga menyediakan jasa lokasi untuk menghisap narkoba (sabu) yang dibandrol Rp 5000 (sewa tempat).
Menurut keterangan warga, peredaran narkoba di Gang Pante Kampung Lalang jauh lebih besar dari lokasi sebelumnya yang kini sudah menjadi kampung sejahtera (Kampung Kubur).
“Mulai masuk Gang Pante Sampai ujung sungai semuanya jual narkoba, terus mereka juga ada menyediakan lokasi untuk menghisap sabu, pernah di grebek, tapi tidak ada yg diamankan, cuma menemukan banyak bong aja,” jelas S Siregar, Selasa (23/8/2022).
Dirinya berharap, agar atensi Kapolri untuk memberantas semua bentuk kejahatan segera dilaksanakan semua jajaran kepolisian khususnya kepolisian di
Sumatera Utara.
“Kami warga di sini sudah resah bang, mulai dari remaja sama orangtua, mereka semuanya jual sabu. Dan kami minta agar bandar sabu ya segera ditangkap. Kenapa polisi sulit sekali menangkap bandar sabu di Gang Pante, padahal semua orang tahu kalau bandar sabu Gang Pante rumahnya di daerah Tanjung Gusta,” jelasnya lagi. (Jtk)

















