LANGKAT – Enam pohon ditanam di pekarangan santriwati Pondok Pesantren Darul Ulum Al-Khafi, Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Sabtu (29/8/2026).
Bagi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sumatera Utara (UINSU) Kelompok 15, penanaman tersebut bukan sekadar aktivitas penghijauan. Enam pohon itu menjadi simbol dari pesan yang ingin mereka tanamkan kepada para santri: menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab manusia.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian sosialisasi Ekoteologi yang digelar KKN UINSU Kelompok 15 di lingkungan Pondok Pesantren Darul Ulum Al-Khafi.
Mengusung tema “Menanam Hari Ini, Merawat Masa Depan”, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi tema besar KKN UINSU, yakni “UINSU Berdampak: Penguatan Desa MESRA (Desa, Moderasi, Ekoteologi, dan Sejahtera) untuk Pengentasan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting.”
Kegiatan diikuti seluruh anggota KKN UINSU Kelompok 15 bersama para santri dan santriwati Pondok Pesantren Darul Ulum Al-Khafi. Ketua Yayasan Pondok Pesantren Darul Ulum Al-Khafi turut hadir dan memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.
Suasana kegiatan terasa semakin hangat dengan penampilan hadroh sebelum acara memasuki sesi sambutan dari pihak pesantren dan mahasiswa KKN.
Ekoteologi, Ketika Merawat Alam Menjadi Bagian dari Nilai Keagamaan
Memasuki kegiatan inti, mahasiswa KKN UINSU Kelompok 15 menyampaikan materi mengenai Ekoteologi. Materi tersebut disampaikan oleh salah satu anggota kelompok, Annisa Mawaddah Br Saragih.

Para santri diajak memahami bahwa persoalan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, keindahan atau penghijauan.
Lebih jauh, kepedulian terhadap alam memiliki hubungan dengan nilai-nilai keagamaan serta tanggung jawab manusia sebagai bagian dari kehidupan di bumi.
Pesan tersebut menjadi penting karena lingkungan pesantren merupakan ruang kehidupan sehari-hari para santri. Dari tempat belajar, beribadah, berinteraksi hingga beristirahat, seluruh aktivitas mereka berlangsung dalam lingkungan yang sama.
Karena itu, menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan halaman, merawat tanaman dan menggunakan sumber daya alam secara bijaksana.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berupaya membawa konsep Ekoteologi lebih dekat dengan kehidupan para santri sehingga tidak berhenti sebagai pengetahuan teoritis.
Dari Materi ke Tanah: Enam Pohon Mulai Ditanam
Setelah mendapatkan materi, para santri dan santriwati tidak hanya diajak memahami konsep Ekoteologi.
Mereka langsung dilibatkan dalam aksi nyata.
Sebanyak enam pohon, terdiri dari tanaman buah dan bunga, ditanam bersama di pekarangan santriwati.
Tangan-tangan para santri yang sebelumnya mengikuti penyampaian materi kemudian bersentuhan langsung dengan tanah. Bibit ditanam, tanah dirapikan dan tanaman diposisikan agar dapat tumbuh dengan baik.
Bagi mahasiswa KKN, momen tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan.
Sebab, kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya disampaikan melalui kata-kata. Nilai tersebut harus diterjemahkan menjadi kebiasaan dan tindakan yang bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Penanaman enam pohon itu sekaligus diharapkan menumbuhkan rasa memiliki di kalangan santri.
Tanaman yang ditanam bersama diharapkan tidak hanya menjadi penghias halaman pesantren, tetapi juga dirawat secara berkelanjutan.
“Menanam pohon bukan hanya tentang menambah tanaman di lingkungan pesantren. Ini merupakan langkah sederhana untuk belajar mencintai dan menjaga alam. Apa yang kita tanam hari ini, mudah-mudahan bisa memberikan manfaat bagi kehidupan di masa depan,” pesan mahasiswa KKN kepada para santri.
Pesantren Sambut Baik Edukasi Lingkungan
Pihak Yayasan Pondok Pesantren Darul Ulum Al-Khafi memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN UINSU Kelompok 15.
Kegiatan tersebut dinilai memberikan tambahan pengalaman dan pengetahuan kepada para santri dan santriwati, khususnya mengenai pentingnya kepedulian terhadap lingkungan.
“Kami mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN UINSU Kelompok 15. Kegiatan seperti ini memberikan pengetahuan dan pengalaman baru kepada para santri, terutama tentang pentingnya menjaga lingkungan di sekitar pesantren dan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar perwakilan yayasan.
Dukungan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat kegiatan berlangsung dengan lancar.
Antusiasme para santri juga terlihat sejak penyampaian materi hingga proses penanaman pohon.

Photobooth Ekoteologi, Cara Kreatif Menyampaikan Pesan Lingkungan
Selain edukasi dan penanaman pohon, mahasiswa KKN UINSU Kelompok 15 menghadirkan photobooth bertema Ekoteologi.
Photobooth dihiasi ornamen bernuansa lingkungan dan membawa pesan “Menanam Hari Ini, Merawat Masa Depan.”
Konsep tersebut menjadi cara kreatif mahasiswa untuk membuat pesan lingkungan lebih dekat dengan generasi muda.
Para santri dan santriwati tampak antusias mengikuti sesi foto bersama mahasiswa KKN.
Di satu sisi, aktivitas tersebut menjadi dokumentasi kegiatan. Namun di sisi lain, pesan yang dibawa photobooth diharapkan dapat terus diingat setelah kegiatan berakhir.

Menanam Kebiasaan, Bukan Sekadar Menanam Pohon
Bagi KKN UINSU Kelompok 15, kegiatan di Pondok Pesantren Darul Ulum Al-Khafi memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar penanaman enam pohon.
Ada harapan agar para santri memahami bahwa hubungan manusia dengan alam merupakan bagian dari kehidupan yang harus dijaga.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada sosialisasi dan penanaman pohon. Yang paling penting adalah bagaimana nilai Ekoteologi dapat menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan pesantren maupun ketika para santri kembali ke tengah masyarakat,” ujar mahasiswa KKN UINSU Kelompok 15.

Gagasan tersebut sejalan dengan semangat KKN UINSU yang mendorong mahasiswa tidak hanya hadir di tengah masyarakat untuk menjalankan program, tetapi juga menghadirkan kegiatan yang memiliki dampak dan dapat dilanjutkan oleh masyarakat.
Dalam konteks pesantren, edukasi lingkungan juga memiliki ruang yang luas untuk dikembangkan. Para santri dapat menjadi bagian dari perubahan melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Mulai dari menjaga kebersihan, mengurangi sampah, merawat tanaman hingga menghindari perilaku yang dapat merusak lingkungan.
Enam Pohon dan Harapan untuk Masa Depan
Kegiatan yang dilaksanakan dengan pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. H. Farhan Indra, MA. tersebut akhirnya menjadi sebuah pertemuan antara pengetahuan dan tindakan.
Ekoteologi diperkenalkan melalui edukasi. Nilai kepedulian terhadap alam kemudian diterjemahkan melalui penanaman pohon.

Enam pohon yang kini tumbuh di pekarangan santriwati menjadi pengingat bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar.
Ia bisa dimulai dari satu bibit, satu tangan yang menanam, dan satu kebiasaan untuk merawatnya.
“Menanam hari ini adalah bentuk kepedulian terhadap masa depan. Kami berharap enam pohon yang ditanam bersama ini dapat terus dirawat dan menjadi simbol bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab kita bersama,” ungkap mahasiswa KKN UINSU Kelompok 15.
Dengan demikian, kegiatan Ekoteologi di Pondok Pesantren Darul Ulum Al-Khafi bukan hanya meninggalkan dokumentasi berupa foto dan kegiatan seremonial.
Lebih dari itu, mahasiswa KKN berharap meninggalkan sebuah kebiasaan.
Sebab, pohon mungkin baru tumbuh beberapa sentimeter hari ini. Namun kepedulian yang ditanam bersama para santri diharapkan dapat tumbuh jauh lebih besar dan bertahan untuk masa depan. (Tasya)












