METRO,BINJAI | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Binjai kembali menjadi sorotan. Pasalnya, beredar video yang memperlihatkan seekor binatang yang diduga lintah berada di dalam menu makanan yang dibagikan kepada siswa Yayasan An-Naas, Kecamatan Binjai Timur, Senin (8/6/2026).
Dalam video yang beredar luas di media sosial, tampak seekor binatang berwarna gelap menyerupai lintah berada di dalam wadah makanan yang telah diterima siswa.
Temuan itu langsung memicu perhatian masyarakat. Pasalnya, program MBG yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi peserta didik seharusnya mengedepankan aspek kebersihan dan keamanan pangan sebelum makanan didistribusikan kepada para siswa.
Informasi yang diperoleh, makanan tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan Nomor ID 1CIJQRKH yang beralamat di Jalan Cut Nyak Dien Nomor 130, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Binjai Timur. SPPG tersebut diketahui berada di bawah naungan Yayasan Lembaga Kajian dan Pembangunan Daerah (LKPMD).
Saat dikonfirmasi pada Senin malam, pimpinan Yayasan An-Naas, Sawit Nasution, mengaku belum mengetahui adanya temuan tersebut.
“Mohon maaf, saya tidak tahu. Coba cek dengan guru yang menerima,” ujarnya singkat.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Kepala SPPG berinisial KN belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui pesan WhatsApp belum mendapatkan respons.
Menanggapi temuan tersebut, Koordinator Investigasi LSM GATWANTRA Penegakan Hukum dan Kesejahteraan, M. Simarmata, menilai keberadaan binatang yang diduga lintah dalam menu MBG tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele.
Menurutnya, kejadian tersebut menjadi indikator perlunya evaluasi terhadap sistem pengawasan, mulai dari proses pengolahan bahan baku, penyajian hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.
“Jika benar terdapat lintah dalam makanan yang dibagikan kepada siswa, maka hal itu menunjukkan adanya kelemahan dalam pengawasan kualitas makanan. Ini harus menjadi perhatian serius bagi pihak penyelenggara,” tegas Simarmata.
Ia meminta instansi terkait segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap penyelenggara program guna memastikan kualitas dan keamanan makanan yang disalurkan kepada para siswa.
Lebih lanjut, Simarmata juga mendesak agar dilakukan evaluasi terhadap kinerja SPPG yang bersangkutan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Kasus ini pun memunculkan pertanyaan publik mengenai sejauh mana pengawasan terhadap program MBG yang saat ini sedang berjalan di berbagai daerah. Sebab, keamanan pangan merupakan aspek mendasar yang tidak boleh diabaikan dalam program yang menyasar anak-anak sekolah. Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak SPPG terkait asal-usul maupun penyebab munculnya binatang yang diduga lintah tersebut di dalam menu makanan.
Publik kini menunggu langkah konkret dari pihak berwenang, baik berupa investigasi maupun evaluasi, guna memastikan program MBG benar-benar berjalan sesuai standar kebersihan dan keamanan pangan yang telah ditetapkan. (Done)















