• Home
  • Indeks
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, 14 Agustus 2026
  • Login
HarianMetro.id
  • Home
  • Headline
  • News
  • Dunia
  • Nasional
  • Sumut
  • Medan
  • Metro
  • Bisnis
  • Edukasi
  • Hukum
  • Iklan Baris
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Dprd medan
  • Wakil Rakyat
  • Ragam
  • Sosial
  • Teknologi
  • TNI/Polri
  • Video
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Home
  • Headline
  • News
  • Dunia
  • Nasional
  • Sumut
  • Medan
  • Metro
  • Bisnis
  • Edukasi
  • Hukum
  • Iklan Baris
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Dprd medan
  • Wakil Rakyat
  • Ragam
  • Sosial
  • Teknologi
  • TNI/Polri
  • Video
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
Harian Metro
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Home
  • Headline
  • News
  • Dunia
  • Nasional
  • Sumut
  • Medan
  • Metro
  • Bisnis
  • Edukasi
  • Hukum
  • Iklan Baris
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Dprd medan
  • Wakil Rakyat
  • Ragam
  • Sosial
  • Teknologi
  • TNI/Polri
  • Video

Ketika Setiap Langkah Menjadi Pelajaran Dunia tentang Geopark Kaldera Toba

redaksi2
26 Juni 2026
/ Ragam
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WA

Oleh. Damayanti Sinaga

Tidak semua pelari datang ke Danau Toba untuk mencari garis finis pada event lomba lari lintas alam yang diadakan pada Jumat-Minggu 12-14 Juni 2026.

BACA JUGA

Perkenalkan Pupuk Limbah Sayur/Buah Eco Enzim di Paviliun Tebingtinggi PRSU

PRSU Jadi Pusat Budaya dan Pertemuan Bisnis Internasional

Sebagian datang untuk menaklukkan tanjakan. Sebagian lagi ingin menguji batas dirinya. Namun ketika mereka mulai berlari di Trail of The Kings (TOTK), mereka menemukan sesuatu yang tidak mereka duga.

Mereka tidak hanya melewati jalur trail. Mereka sedang berlari di atas kaldera hasil letusan supervulkan sekitar 74.000 tahun lalu. Mereka melewati desa-desa Batak yang telah berdiri selama ratusan tahun.

Mereka mendengar musik tradisional, melihat anak-anak melambaikan tangan, dan merasakan sambutan hangat dari masyarakat yang menjaga kawasan ini setiap hari.

Di sinilah lomba lari lintas alam yang diberi nama Trail of The Kings, berbeda dari lomba lari lintas alam lainnya.
Lintasan ini tidak sekadar menghubungkan titik start dan garis finis. Jalurnya menyatukan sejarah bumi, budaya Batak, dan kehidupan masyarakat dalam satu pengalaman yang hanya dapat ditemukan di Geopark Kaldera Toba UNESCO Global Geopark.
Bagi pelari internasional, lomba ini mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Bagi masyarakat Samosir, kisah itu telah berlangsung selama ribuan tahun.

Jalur yang Tidak Bisa Dipindahkan ke Tempat Lain

Banyak lomba trail menawarkan gunung, hutan, atau pemandangan yang indah.
Trail of The Kings menawarkan sesuatu yang jauh lebih dalam.

Nama “The Kings” bukan sekadar identitas perlombaan. Nama itu lahir dari kisah perjalanan Raja-Raja Batak yang dipercaya membuka perkampungan baru dari Kawasan Pusuk Buhit, tempat yang diyakini sebagai asal mula Si Raja Batak.

Karena itulah lintasan TOTK disusun mengikuti jejak sejarah tersebut.
Pelari kategori 100 kilometer dan 50 kilometer melintasi Pusuk Buhit, Lembah Singkam, Hulu Air Terjun Nai Sogop hingga Sianjur Mula-mula. Mereka melewati perbukitan vulkanik, hutan tropis, lembah, dan tepian danau kawah terbesar di dunia.

Sedikitnya delapan belas desa menjadi bagian dari perjalanan itu.
Di setiap desa masih berdiri rumah adat Batak, tradisi lama masih hidup, dan masyarakat masih menjaga hubungan erat dengan alam tempat mereka tinggal.

Inilah alasan mengapa Trail of The Kings tidak bisa dipindahkan ke daerah lain. Lintasan ini hanya dapat lahir dari Kaldera Toba.

Pelari asal Jepang mengabadikan momen di depan Rumah Adat Batak saat mengikuti Trail of The Kings – Lake Toba by UTMB 2026. Bagi para peserta internasional, perlombaan ini bukan sekadar menaklukkan lintasan, tetapi juga perjalanan mengenal budaya yang telah hidup selama berabad-abad di Geopark Kaldera Toba UNESCO Global Geopark. (Screenshot IG peserta ToTK)
Pelari asal Jepang mengabadikan momen di depan Rumah Adat Batak saat mengikuti Trail of The Kings – Lake Toba by UTMB 2026. Bagi para peserta internasional, perlombaan ini bukan sekadar menaklukkan lintasan, tetapi juga perjalanan mengenal budaya yang telah hidup selama berabad-abad di Geopark Kaldera Toba UNESCO Global Geopark. (Screenshot IG peserta ToTK)

Ketika Alam Dijaga oleh Orang-orang yang Tinggal di Dalamnya

Keindahan Kaldera Toba memang memikat. Namun yang membuat para pelari ingin kembali justru orang-orangnya.

Paul Huddle, Senior Director of Global Trail Running Operations IRONMAN Group, mengaku bahwa kesan paling mendalam selama berada di Danau Toba bukan hanya pemandangannya.

Melainkan masyarakatnya.

Baginya, alam yang indah dapat ditemukan di banyak tempat.

Tetapi masyarakat yang mampu membuat setiap tamu merasa diterima seperti keluarga adalah sesuatu yang tidak mudah ditemukan.

Perkataan itu terlihat nyata di sepanjang lintasan.

Anak-anak berdiri di pinggir jalan sambil melambaikan tangan.

Warga menghentikan pekerjaan mereka sejenak untuk memberi semangat.

Kelompok seni menampilkan tortor dan musik tradisional di beberapa titik.

Aid station berubah menjadi ruang penuh senyum yang mengembalikan semangat para pelari.

Keramahan itu bukan pertunjukan.

Itulah kehidupan sehari-hari masyarakat Batak.

Bagi Paul Huddle, Senior Director of Global Trail Running Operations IRONMAN Group, keindahan Danau Toba bukanlah kesan yang paling membekas. Yang membuatnya terkesan adalah masyarakat Samosir, yang menyambut setiap tamu dengan kehangatan hingga terasa seperti keluarga sendiri. (Foto ©Kominfo Samosir)
Bagi Paul Huddle, Senior Director of Global Trail Running Operations IRONMAN Group, keindahan Danau Toba bukanlah kesan yang paling membekas. Yang membuatnya terkesan adalah masyarakat Samosir, yang menyambut setiap tamu dengan kehangatan hingga terasa seperti keluarga sendiri. (Foto ©Kominfo Samosir)

Anak-anak Sedang Belajar Menjaga Geopark

Banyak orang mengira anak-anak yang berdiri di pinggir lintasan hanya sedang menonton lomba.

Padahal mereka sedang belajar.

Mereka melihat ribuan orang dari berbagai negara datang menikmati kampung halaman mereka.

Mereka menyadari bahwa danau, bukit, hutan, budaya, dan keramahan masyarakat memiliki nilai yang dihargai dunia.

Kesadaran seperti inilah yang menjadi roh UNESCO Global Geopark.

Pelestarian tidak dimulai ketika seseorang menjadi dewasa.

Pelestarian dimulai ketika seorang anak bangga terhadap tempat ia dilahirkan.

Menjaga Geosite Berarti Menjaga Masa Depan

Kesuksesan Trail of The Kings tidak lahir dalam semalam.

Jauh sebelum pelari datang, pemerintah Kecamatan Sianjur Mula-mula, kepala desa, masyarakat, aparat keamanan, relawan, dan berbagai pemangku kepentingan telah duduk bersama.

Yang mereka bahas bukan hanya perlombaan.

Mereka memastikan hutan tetap aman.

Mereka mengantisipasi kebakaran lahan.

Mereka menjaga kebersihan jalur.

Mereka menyiapkan desa untuk menerima tamu dari berbagai negara.

Mereka memastikan kawasan geopark tetap lestari.

Kolaborasi seperti inilah yang menjadi fondasi UNESCO Global Geopark.

Warisan bumi tidak mungkin dijaga oleh satu lembaga.

Semua orang harus terlibat.

Kolaborasi pemerintah, panitia, relawan, dan masyarakat menjadi fondasi keberhasilan Trail of The Kings sekaligus wujud nyata pengelolaan Geopark Kaldera Toba yang berkelanjutan. (Foto ©Kominfo Samosir)

Alam yang Lestari Membuka Peluang Ekonomi

Trail of The Kings membuktikan bahwa menjaga alam dan meningkatkan ekonomi dapat berjalan beriringan.

Hotel terisi.

Homestay menerima tamu.

Restoran ramai.

Pelaku UMKM menjual hasil usahanya.

Pemandu wisata memperoleh pekerjaan.

Pengrajin Batak memperkenalkan karya mereka.

Transportasi lokal ikut bergerak.

Ribuan peserta yang datang membawa manfaat bagi masyarakat.

Namun manfaat itu hanya akan terus hadir jika Kaldera Toba tetap terjaga.

Karena itulah masyarakat memiliki alasan yang semakin kuat untuk melindungi hutan, danau, budaya, dan seluruh warisan yang dimiliki kawasan ini.

Alam bukan sekadar pemandangan.

Alam adalah sumber kehidupan.

 

Dari Garis Start Menuju Ruang Belajar Dunia

Banyak pelari datang membawa target waktu.

Mereka pulang membawa cerita.

Mereka belajar bahwa Danau Toba bukan sekadar danau.

Mereka memahami bagaimana supervulkan membentuk kaldera terbesar di dunia.

Mereka mengetahui mengapa Pulau Samosir berada di tengah danau.

Mereka mengenal Pusuk Buhit sebagai bagian penting dari sejarah masyarakat Batak.

Mereka menyaksikan bagaimana budaya masih hidup melalui rumah adat, tortor, tarombo, dan keramahan masyarakat.

Semua pelajaran itu mereka dapatkan tanpa harus duduk di ruang kelas.

Mereka mempelajarinya sambil berlari.

Ketika Sebuah Lomba Menjadi Wajah Geopark Indonesia

Trail of The Kings akhirnya membuktikan bahwa olahraga dapat menjadi bahasa yang dipahami siapa saja.

Melalui setiap langkah para pelari, dunia melihat bagaimana masyarakat menjaga geosite, melestarikan budaya, merawat hutan, melindungi danau, sekaligus membangun ekonomi secara berkelanjutan.

Inilah makna sesungguhnya dari UNESCO Global Geopark.

Warisan bumi tidak hanya dipelajari.

Warisan bumi harus dihidupi.

Dan di Kaldera Toba, kehidupan itu dapat dilihat di setiap desa, di setiap senyum masyarakat, dan di setiap langkah para pelari.

Trail of The Kings bukan sekadar perlombaan.

Trail of The Kings membuktikan bahwa olahraga dapat menjadi media memperkenalkan Geopark Kaldera Toba kepada dunia—melalui pengalaman, budaya, dan langkah nyata menjaga warisan bumi. (Foto ©Damayanti)
Trail of The Kings membuktikan bahwa olahraga dapat menjadi media memperkenalkan Geopark Kaldera Toba kepada dunia—melalui pengalaman, budaya, dan langkah nyata menjaga warisan bumi. (Foto ©Damayanti)

Ia telah menjadi ruang belajar terbuka yang memperkenalkan Geopark Kaldera Toba kepada dunia.

Bukan melalui ceramah.

Melainkan melalui pengalaman yang akan terus dibawa pulang oleh setiap orang yang pernah berlari di tanah para raja.

Tags: Geopark Kaldera Toba
SendShare320Tweet200Send

BeritaTerkait

Polsek Kualuh Hilir Bersama Koramil 02/TL Dan Muspika Berikan Bantuan Kepada Warga Kurang Mampu 

Perkenalkan Pupuk Limbah Sayur/Buah Eco Enzim di Paviliun Tebingtinggi PRSU

22 Juli 2026
1.1k

PRSU Jadi Pusat Budaya dan Pertemuan Bisnis Internasional

18 Juli 2026
1.2k
Mobil layanan SIM Keliling di arena Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke 50, di Jalan Gatot Subroto, Medan.

Ada Layanan Mobil SIM Keliling di PRSU

13 Juli 2026
1.2k
Pemkab beserta DPRD Madina menggalang donasi untuk pengobatan anak mengidap kanker mata yang dirawat di RS M Jamil Padang. 

Pemkab dan DPRD Madina Galang Donasi Pengobatan Anak Idap Kanker Mata

13 Juli 2026
1.2k
Ketua TP PKK Madina menhadiri Peringatan HKG ke-54 di Makassar

Ketua TP PKK Madina Hadiri Peringatan HKG ke-54 di Makassar

13 Juli 2026
1.1k
10 Ribu Pengunjung Padati PRSU 2026 Meriahkan Konser Raim Laode

10 Ribu Pengunjung Padati PRSU 2026 Meriahkan Konser Raim Laode

13 Juli 2026
1.2k
Satukan Kebersamaan dan Perkuat Harmoni Anak Bangsa, Dandenpom I/5 Medan Gelar Nobar Piala Dunia Bersama Masyarakat Belawan

Satukan Kebersamaan dan Perkuat Harmoni Anak Bangsa, Dandenpom I/5 Medan Gelar Nobar Piala Dunia Bersama Masyarakat Belawan

13 Juli 2026
1.2k
Pemandu Paviliun Serdang Bedagai berfoto di depan boat arung jeram Bah Bolon di PRSU 2026 di Medan. Destinasi tersebut menjadi salah satu yang paling banyak ditanyakan selama pameran berlangsung.

Arung Jeram Bah Bolon Jadi Magnet di PRSU 2026, Biaya Mulai Rp200 Ribu per Pelancong

10 Juli 2026
1.1k
Minyak Karo dan madu jadi produk UMKM primadona di Stan Disperindag ESDM Sumut pada PRSU 2026 di Medan. Kedua produk tersebut laris diburu pengunjung setiap hari.

Minyak Karo dan Madu Jadi Primadona Stan Disperindag ESDM Sumut di PRSU 2026

10 Juli 2026
1.2k
PT Indonesia Asahan Aluminium turut berpartisipasi di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50.

Majukan Ekonomi Masyarakat, PT Inalum Jajakan Produk Hasil UMKM Binaan di PRSU ke-50

8 Juli 2026
1.1k
Selanjutnya
Pj Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap di dampingi OPD menerima menerima kunjungan Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Regional Deputi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Sonny Ameriansah Soekoer, beserta rombongan di Ruang Kerja Sekdaprov Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Jumat (26/6/2026). Foto/Diskominfo Sumut

Pemprov Sumut Apresiasi ADB Dorong Pengembangan KEK dan Pertumbuhan Ekonomi

Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.

TERKINI

SMA Darma Patra Kini Berbenah Diri, Menerapkan Kebersihan Kepada Seluruh Siswa/i
Edukasi

SMA Darma Patra Kini Berbenah Diri, Menerapkan Kebersihan Kepada Seluruh Siswa/i

14 Agustus 2026
1.1k

Baca
Pelindo Regional 1 Sukses Gelar Sosialisasi Pengadaan Barang dan Jasa Tahun 2026 di Medan

Pelindo Regional 1 Sukses Gelar Sosialisasi Pengadaan Barang dan Jasa Tahun 2026 di Medan

14 Agustus 2026
1.1k
Dua Pengedar dan Pengguna Sabu di Hamparan Perak Kompak Dinemput Polisi

Dua Pengedar dan Pengguna Sabu di Hamparan Perak Kompak Dinemput Polisi

14 Agustus 2026
1.1k
Ratusan Murid di SMA N 1 Yayasan Bersama Berastagi Mengalami Keracunan MBG 

Ratusan Murid di SMA N 1 Yayasan Bersama Berastagi Mengalami Keracunan MBG 

14 Agustus 2026
1.1k
Bershalawat untuk Negeri, GPA Jadikan HUT RI ke-81 Momentum Doa dan Persatuan Bangsa

Bershalawat untuk Negeri, GPA Jadikan HUT RI ke-81 Momentum Doa dan Persatuan Bangsa

14 Agustus 2026
1.1k
Digerebek Tengah Malam, Polres Karo Temukan Ganja 108 Gram di Rumah Buruh Bangunan

Digerebek Tengah Malam, Polres Karo Temukan Ganja 108 Gram di Rumah Buruh Bangunan

13 Agustus 2026
1.2k
Plt. Bupati Tiorita Dorong APRI Perkuat Pelayanan Kepenghuluan

Plt. Bupati Tiorita Dorong APRI Perkuat Pelayanan Kepenghuluan

13 Agustus 2026
1.1k
Warga Gang Bersama Batang Kuis Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Semangat Bhinneka Tunggal Ika

Warga Gang Bersama Batang Kuis Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Semangat Bhinneka Tunggal Ika

13 Agustus 2026
1.2k
Apresiasi Drainase Rp4,9 Miliar Dibangun di Batang Kuis, Warga: Sekarang Jalan Lebih Rapi

Apresiasi Drainase Rp4,9 Miliar Dibangun di Batang Kuis, Warga: Sekarang Jalan Lebih Rapi

12 Agustus 2026
1.2k
Plt. Bupati Tiorita Tinjau Jalan Secanggang, Tahap I Rampung Sesuai Janji

Plt. Bupati Tiorita Tinjau Jalan Secanggang, Tahap I Rampung Sesuai Janji

12 Agustus 2026
1.1k
HarianMetro.id

© 2000 harianMETRO.ID - Tak Ada Yang Terlewatkan!.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Tentang kami
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
  • Disclaimer
  • Dprd medan
  • Teknologi
  • Video
  • Wakil Rakyat

Follow Us

Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Home
  • Headline
  • News
  • Dunia
  • Nasional
  • Sumut
  • Medan
  • Metro
  • Bisnis
  • Edukasi
  • Hukum
  • Iklan Baris
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Dprd medan
  • Wakil Rakyat
  • Ragam
  • Sosial
  • Teknologi
  • TNI/Polri
  • Video

© 2000 harianMETRO.ID - Tak Ada Yang Terlewatkan!.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

.