METRO,KARO | Sejak beberapa tahun belakangan ini, kopi memang telah menjadi trend. Lebih dari itu, kopi merupakan minuman favorit orang Indonesia sejak dahulu kala. Sehingga menjadi salah satu menu yang dinilai memiliki peningkatan pesat di dunia kuliner.
Nah, untuk mengembangkan wawasan mengenai trendnya kopi di Tanah Karo. Dinas Perpustakaan dan Arsip Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo menggelar lomba menulis bebas bertemakan ‘Literasi Kopi’ yang dimulai sejak tanggal 1 – 17 November 2022.
Menurut Kepala Dinas (Kadis), Dra Rehjorena Purba, Senin (28/12/2022) di ruang kerjanya, lomba menulis yang diselenggarakan berbentuk tulisan bebas dengan tujuan mengembangkan kreatifitas anak dalam dunia kopi.
“Itu untuk kategori tingkat umum dan pelajar. Kegiatan ini juga merupakan salah satu program guna transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Sekaligus membangun narasi lokal, untuk menggugah bakat dan minat para penulis di bidang literasi kopi,”ujarnya.
Dikatakannya, saat ini meminum kopi ibarat suatu suplemen yang bisa menjadi kawan ketika sedang membaca buku. Apalagi di daerah Karo merupakan salah satu daerah penghasil kopi berkualitas.
“Kopi Karo punya peluang menjadi salah satu ikon daerah. Peluang inilah yang perlu diraih dan direalisasi. Salah satu cara agar Kopi Karo bisa lebih dikenal lagi, yakni memperkaya literasi pelaku usaha kopi demi kesejahteraan bersama,” sebutnya.
Lebih lanjut dikatakan Rehjorena, guna mewujudkan bakat dalam pengembangan biji kopi mulai dari petani, produsen hingga pelaku usaha. Diawali dengan lomba menulis kreatif literasi kopi yang dibuka untuk umum dan pelajar.
“Kita patut bersyukur, kegiatan telah selesai diselenggarakan. Peserta yang ikut ada sekitar ratusan. Naskah yang masuk dimeja panitia berjumlah 169, dan akan dinilai secara objektif. Melalui mekanisme penilaian buta, dimana dewan juri hanya membaca judulnya bukan nama peserta,” bebernya.
Untuk dewan jurinya, sambungnya lagi, merupakan praktisi literasi yang aktif menulis diantaranya dosen peneliti Theophilus Suranta Tarigan, Dr Indra Refail Sembiring dan Herison Surbakti.
“Pemenang terbaik akan diumumkan pada sesi bincang-bincang literasi kopi. Semoga kegiatan ini juga mampu memadukan dunia kopi dan literasi yang bisa melahirkan atau menciptakan inspirasi mumpuni dalam pemikiran kebangsaan dan nasionalisme,” ujar Kadis Perpustakaan dan Arsip mengakhiri. (Nita)

















