METRO,T.BALAI | Seorang pedagang pakaian bekas (monza) bernama Liza (28) mengaku menjadi korban penganiayaan oleh oknum anggota Brimob berinisial NL di Jalan D.I Panjaitan, Kelurahan Kampung Baru, Kota Tanjungbalai, Selasa (22/9/2026).
Aksi pemukulan tersebut terjadi saat situasi di lokasi memanas akibat timbulnya keributan dalam proses penurunan karung berisi bal pakaian bekas (Ball Pres)
Liza menceritakan peristiwa itu bermula saat dirinya melintas di kawasan Kampung Baru dan melihat kerumunan warga disekitar lokasi bongkar muat pakaian monza.
“Awalnya saya lihat ada ramai-ramai pas nurunkan bal monza, ada juga di situ oknum anggota polisi dari Brimob terus saya datangi,” ujar Liza, Kamis (24/9/2026).
Informasi yang diterima, oknum diduga terlibat dalam membeckingi bongkar muat Ball monza.
“Informasinya oknum Brimob Itu yang membeckingi bongkar muat Ball Monza di sini,” katanya.
Suasana di lokasi semakin tidak kondusif hingga berujung pada aksi anarkis dari oknum tersebut terhadap para pedagang yang berada di lokasi.
Saat mencoba mendokumentasikan aksi keributan tersebut menggunakan kamera telepon seluler, tangan Liza dipukul oleh oknum tersebut hingga ponselnya terjatuh.
Merasa dirugikan secara fisik, psikis, maupun materiil, Liza bersama pedagang terdampak lainnya berencana melayangkan laporan resmi ke Bid Propam Polda Sumut.
“Nanti saya rencana mau buat laporan, langsung ke Propam Polda Sumut,” tegasnya.

Maki Warga Dengan Ucapan “Lonte”
Tidak sampai disitu saja, malam harinya aksi keributan kembali terjadi di sebuah gudang monza tepatnya di belakang Kantor Walikota T.Balai, Selasa (22/09/2026) malam.
Seorang wanita yang diketahui bernama Engel, kakak ipar dari oknum perwira Brimob berinial NL menjadi cicibiran warga net.
Pasalnya, Engel yang ditemani Oknum ASN RSU T.Balai Hj, Mayang mengatai warga dengan sebutan “Lonte”.
Aksi tersebut terjadi saat Engel bersama beberapa keluarga datang ke Gudang Ball Pres usai dilakukan penggerebekan oleh petugas.
Awalnya, situasi yang tadinya aman-aman saja langsung berubah menjadi mencekam, saat Engel mengatai warga Lonte.
“Kami baik-baik menyuruh mereka masuk ke dalam agar tidak terjadi keributan, tapi dia malah ngatai kami lonte,” kesal warga.
Atas kejadian tersebut, beberapa warga Tanjungbalai berencana akan melaporkan Engel ke Polres Tanjungbalai. (Red)






















