METRO,LABUHAN | Aksi tawuran yang melibatkan sejumlah remaja di Jalan Paya Bakung simpang Komplek Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Lingk 18 Kel Semati Kec Medan Labuhan setiap Malam kembali terjadi,Jumat (14/08/2026) pukul 21.00 WIB.
Aksi tersebut tidak hanya mengganggu ketertiban warga. Seorang remaja dilaporkan mengalami luka di bagian kepala setelah terkena lemparan batu saat kejadian.
Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran warga karena aksi berlangsung di tengah permukiman dan berpotensi membahayakan masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
Kondisi itu kemudian mendorong seorang warga,M.Simamora (54) mengatakan keresahan karena setiap malam aksi tawuran terjadi.
Simamora meminta aksi tawuran yang melibatkan anak-anak di bawah umur tidak dianggap sebagai kenakalan biasa.
“Ini bukan lagi sekadar kenakalan anak-anak katanya kita meminta pihak kepolisian bertindak agar jangan sampai ada korban jiwa.
Tidak hanya peserta tawuran, warga, rumah, tempat usaha dan orang yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi juga berisiko menjadi korban.
Ia menilai anak-anak yang terlibat justru perlu diselamatkan agar aksi serupa tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih serius,pihak mana yang harus disalahkan. Ia meminta langkah konkret segera dilakukan, mulai dari peningkatan patroli dan pengamanan di titik rawan, penertiban pada jam yang sering digunakan untuk tawuran, hingga pendataan serta pembinaan terhadap anak-anak yang terlibat.
Ia juga meminta keterlibatan orang tua, pemerintahan atau kelurahan, sekolah dan tokoh masyarakat dalam mencegah aksi berulang setiap malamnya.
“Jangan menunggu ada korban jiwa baru bertindak. Kami memohon kepada Polres Pelabuhan Belawan,Polsek Labuhan,serta pihak terkait untuk turun tangan dan memberikan perhatian terhadap kondisi ini.
Tolong selamatkan anak-anak kita. Tolong lindungi masyarakat,tolong hadir sebelum semuanya terlambat katanya.
“Selain pihak berwajib, yang paling bertanggungjawab adalah orang tua mereka sendiri. Itulah akibatnya kalau anak kurang dibekali pendidikan akhlak. atau terkadang bukan didikannya yang kurang dari orang tuanya, tapi mungkin salah pergaulan,” ujarnya.
Wakapolsek Medan Labuhan AKP.M.Oppusunggu ketika disampaikan ketesahan warga mengapresiasi kepedulian warga dan memastikan laporan tersebut akan ditindaklanjuti.
“Terima kasih atas kepedulian dan usulannya. tentu akan segera kita sikapi secepatnya,” katanya.
Oppusunggu mengatakan,terima kasih informasinya Lae ku mohon izin sudah seminggu kami buat Sprint Pam di Kel Sei Mati sampai pak Ambarita kurang sehat dan setiap malam kami melaksanakan patroli namun belum efektif..karena anak anak remaja masih belum mau mengikuti himbauan dari orangtua dan Bhabinkamtibmas dum terimakasih.
Patroli juga telah dilakukan di sejumlah lokasi yang dinilai rawan tawuran dan tindak kejahatan di wilayah hukumnya.
Meski begitu, ke depan patroli akan lebih kita tingkatkan lagi. Demikian pula koordinasi dengan Forkopimcam, dengan muspika dan lurah serta para tokoh akan semakin kita intensifkan,tandasnya mengakhiri.(Lubis)













