METRO,LABUHAN | Ribuan rumah di Komplek Tenaga Kerja Bongkar Muat ( TKBM) Pelabuhan Belawan Lingkungan XVIII Kel Seimati Kec.Medan Labuhan kembali terendam banjir rob yang menggenangi ruas jalan di perumahan dan jalan utama
Sudah hampir sebulan, ribuan warga yang bermukim di Komplek Perumahan TKBM Lingkungan 18 Kelurahan Sei Mati Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, terendam banjir.
Banjir disebabkan genangan banjir rob dan ditambah curahan hujan yang intensitasnya hampir tiap hari mengguyuri Kota Medan.
Ironisnya, sesuai pengakuan warga, unsur Muspika Kecamatan Medan Labuhan terkesan diam, seolah-olah tak peduli dengan penderitaan yang sedang dihadapi warganya.
Nurhayati(40) warga Komplek Perumahan TKBM mengaku kecewa dengan sikap Muspika Medan Labuhan dan Pemko Medan, yang sepertinya tidak perduli dengan kondisi warganya yang sedang dilanda banjir.
“Sudah hampir sebulan, rumah-rumah warga di sini terendam banjir. Tidak ada pejabat pemerintah atau Muspika yang datang ke mari. Tidak ada pula bantuan yang diterima warga. Bayangin saja, ribuan warga menderita di sini,” ujar Nurhayati,Senin(01/06).
Kondisi yang dialami ribuan warga sudah bertahun-tahun terjadi namun tidak ada upaya yang dilakukan oleh Muspika dan Pemko Medan untuk mengatasi masalah banjir di Kelurahan Sei Mati.
Camat Medan Labuhan Elias Padang saat dikonfirmasi via whatshaffnya mengatakan
Walaikum salam,sedang acara ini bg dikantor walikota,coba kita koordinasikan dengan dinas terkait ya bg.
Banjir yang menggenangi Perumahan TKBM Lingkungan 18 disebabkan banjir rob dan curah hujan sudah bertahun-tahun dialami warga, apalagi kondisi geografisnya seperti ‘kuali’ yang akan menampung luapan air.
Banjir rob yang datang pada musim 15 hari bulan (jelang purnama) itu mulai terjadi pada pukul 13.00 WIB dan surut pada pukul 18.00 WIB. Hanya saja genangan rob setinggi 60 centimeter itu kondisi airnya tampak sedikit keruh. “Bukan cuma dingin, air juga tampak keruh. Mungkin ini disebabkan luapan Sungai dari kawasan industri medan(KIM) akibat hujan diberbagai daerah dan kemudian mengalir,” tutur dia.
Bajir rob yang kerap terjadi, lanjutnya, dikarenakan terjadinya pembabatan hutan bakau yang berada di pinggiran sungai terlebih areal hutan bakau yang seharusnya dijadikan resapan air, kini telah beralih fungsi menjadi pemukiman dan tempat usaha tambak.
“Tiga bulan belakangan ini hampir seluruh kawasan dikomplek TKBM kerap jadi langganan pasang air laut. Padahal di tahun 2007 an air pasang laut yang terjadi hanya sampai pinggiran pantai saja. Tapi kini, pasang laut telah memasuki jalan-jalan utama perumahan TKBM ungkapnya.
Meski gelombang rob tidak sampai menghentikan aktitivas warga, namun warga mengaku direpotkan oleh air laut yang masuk ke dalam rumah mereka,beberapa perabotan rumah warga seperti kursi dan lemari basah akibat terendam air rob.
Camat Medan Labuhan Elias Padang saat dikonfirmasi via whatshaffnya mengatakan
Walaikum salam,sedang acara ini bg dikantor walikota,coba kita koordinasikan dengan dinas terkait ya bg.,Nanti saya koordinasi dengan Dinas ya bg balasan pesan Camat Medan Labuhan.(Lubis)
















